NewsBalikpapan –

Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) meresmikan penggunaan jaringan gas kota bagi masyarakat Balikpapan Kalimantan Timur. Pemerintah membangun sebanyak 3.849 jaringan gas rumah tangga di Kelurahan Karang Jati Balikpapan.

“Jaringan gas rumah tangga di Balikpapan siap dipergunakan,” kata Direktur Jenderal Minyak dan Gas Bumi, Kementerian ESDM, IGN Wiratmaja, Kamis (2/2).

Pemerintah mengalokasikan anggaran Rp 49,7 miliar guna merealisasikan pembangunan jaringan gas di Balikpapan. Pembangunan jaringan gas ini guna memastikan kelangsungan pasokannya kepada masyarakat Balikpapan.

“Pelaksana pembangunannya adalah Pertamina dengan koordinasi Pemkot Balikpapan,” papar Wiratmaja.

Adanya jaringan gas rumah tangga ini, menurut Wiratmaja akan mengurangi beban impor dan beban subsidi LPG ditanggung negara. Kebijakan ini merupakan bukti konsistensi pemerintah dalam penyediaan energi bersih, murah lagi terjangkau masyarakat.

Sehubungan itu, Wiratmaja menyatakan pemerintah komitmen dalam melanjutkan kebijakan ini ke kota/kabupaten lainnya yakni Bontang, Samarinda, Pekanbaru, Muara Enim, Penukal Abab Lematang Ilir dan Mojokerto. Pemerintah mengalokasikan anggaran sebesar Rp 1,14 triliun untuk pembangunan sekitar 60 ribu jaringan gas rumah tangga.

“Nantinya jaringan gas ini bukan hanya untuk rumah tangga saja tapi juga diperuntukan industri dan pembangkit listrik,” ungkapnya.

Selain itu, Pertamina juga berkomitmen membangun jaringan gas non APBN di Kota Jambi dan Prabumulih. Perusahaan energi plat merah ini menargetkan mampu membangun 130 ribu jaringan gas bagi masyarakat setempat.

Jaringan gas masyarakat Balikpapan memanfaatkan suplai eksploitasi perusahaan migas Chevron Indonesia. Perusahaan migas asal Amerika Serikat ini mengalirkan  40 hingga 46 juta kubik gas perhari ke kilang kilang Pertamina Balikpapan.

“Produksi gas Chevron memang fluktuatif saat ini. Namun kami berkomitmen dalam mengalirkan gas yang diproduksi di kilang revenery unit 5 Pertamina,” papar Vice President O&M Chevron Kalimantan Operations, Ruby Mulyawan.

Ruby mengatakan perusahaanya terikat perjanjian kontrak karya dengan Pemerintah Indonesia hingga bulan Oktober 2018 mendatang. Selama kurun waktu tersebut, dia menegaskan komitmen Chevron Indonesia mendistribusikan hasil eksploitasi gas ke kilang Pertamina Balikpapan.

 

Potensi gas bertahan 60 tahun

Wiratmaja  memperkirakan kandungan gas Chevron Indonesia Company bertahan hingga 60 tahun kedepan. Perusahaan minyak dan gas asing ini memasok kebutuhan 3.849 jaringan gas bagi masyarakat Balikpapan.

“Kami perkirakan kandungan gas Chevron bisa bertahan hingga masa 60 tahun kedepan,”  ungkapnya.

Wiratmaja mengatakan Chevron Indonesia merupakan operator lapangan migas sarat pengalaman ada di Kalimantan Timur. Perusahaan Amerika Serikat ini punya kapasitas produksi mencapai 40 hingga 46 juta kubik per harinya.

Chevron Indonesia merupakan operator blok eksploitasi migas Kaltim hingga bulan Oktober 2018 mendatang. Perusahaan sudah melaksanakan proses eksplorasi dan eksploitasi migas di Kaltim sejak tahun 1960  silam.

Penghujung masa kontraknya ini, Wiratmaja menyebutkan adanya komitmen Chevron dalam mendukung program jaringan gas di Kaltim. Pemerintah juga menginginkan proses transisi yang tenang dalam pengelolaan blok Kaltim kepada operator baru nantinya.

“Nanti juga akan dibicarakan dengan operator baru blok Kaltim soal pasokan gas ini,” ungkapnya.

Wiratmaja mengharapkan Chevron Indonesia tidak melakukan pemutusan hubungan kerja (PHK) besar besaran di penghujung kontraknya. Menurutnya bekas pegawai Chevron Indonesia juga berpeluang diperkerjakan kembali oleh operator baru yang mengoperasikan blok Kaltim.

“Jangan ada PHK besar besaran. Semuanya harus berkomitmen dalam menjaga kelangsungan operasi blok Kaltim. Berjalan secara alamiah saja,” ujarnya.

Vice President O&M Chevron Kalimantan Operations, Ruby Mulyawan menyatakan tidak punya kapasitas dalam mengomentari soal keberlangsungan blok Kaltim. Termasuk pula soal kerjasama pengelolaan lapangan tua blok Kaltim.

Ruby hanya menyebutkan produksi blok Kaltim saat ini terus mengalami penurunan signifikan. Blok ini hanya mampu memproduksi sebanyak 40 hingga 46 juta kubik gas per harinya.

“Gas ini yang kemudian dikirimkan ke kilang pengolahan di Balikpapan,” ujarnya.

Saat ini, Chevron tetap melakukan proses eksplorasi pencarian sumur sumur baru guna menjaga produksi migas di blok Kaltim. Sejumlah sumur sumur gas ini punya potensi tinggi guna menjaga produksi migas blok Kaltim.

“Ada beberapa pencarian sumur sumur potensial dalam memproduksi gas di Kaltim. Namun belum bisa disampaikan disini,” ungkapnya.