Masjid Hasanuddin

Masjid Hasanuddin

NewsBalikpapan –

Proyek pembangunan Balikpapan Islamic Center (BIC) diperkirakan akan menelan dana sebesar Rp 840 miliar. DPRD Kota Balikpapan telah sepakati merupakan proyek multiyears yang akan dialokasikan selama tiga tahun, mulai 2013 hingga 2016.

“Iya kita (DPRD) sudah sepakati proyeknya paket multiyears, berdasarkan DED (detail engenering design)  dibutuhkan sekitar Rp 840 miliar seluruhnya ,” kata Ketua DPRD Kota Balikpapan Andi Burhanuddin Solong.

Menurutnya, ditetapkan proyek BIC multiyeras pada tahun ini, karena pada tahun 2014 masa jabatan DPRD akan berakhir . Sehingga untuk menjaga eksistensi pembangunan Islamic center ini maka tahap pertama ini ditetapkan.

“Supaya DPRD 2014-2019 itu dapat meneruskan jangan sampai itu terputus.makanya kesepakatan kita bawa ke paripurna, karena memang besar harapan kita pembangunan Islamic Center ini bisa tuntas dalam tahun anggaran tiga tahun,” imbuhnya.

Kata Solong, untuk pembangunan jalan, plaza dan bangunan utama akan menelan anggaran sebesar Rp 340 miliar. “Kalau untuk pembanguan tahap pertama yakni bangunan utama masjid diperkirakan akan menghabiskan dana sebesar Rp160 miliar, kemudian dilanjutkan tahun kedua,” terangnya.

Dijelaskannya, pembangunan BIC tersebut, dibagi dalam delapan paket, mengingat anggaran yang dibutuhkan cukup besar. “Memang yang disepakati begitu, karena memang sangat besar anggarannya, makanya juga disepakati juga multiyears,” sebutnya.

Wakil Ketua DPRD Kota Balikpapan Syukri Wahid menambahkan, dalam APBD Perubahan 2013 dana proyek BIC dialokasikan sekitar Rp 52 miliar, selain anggaran untuk stadion, dan proyek jalan maupun drainase yang dialokasikan sebesar Rp 60 miliar.

“Jadi di APBD Perubaha ini kita alokasikan untuk BIC, selain juga stadion maupun Dinas PU, kemudian di APBD 2014 juga akan dialokasikan lagi BIC, karena memang kita sepakati masuk proyek multiyears jadi bertahap,” urainya.

Tahun ini dari Pemerintah Provinsi  Kalimantan Timur (Kaltim) proyek pembangun BIC mendapatkan alokasi dana sebesar Rp 10 miliar. “Anggaran dari provinsi sudah digunakan untuk pematangan umum lahan BIC dan pemagaran serta kantor MUI,” ujarnya.

Diakuinya, proyek pembangunan BIC sempat terkendala karena membutuhkan anggaran yang cukup besar. Sementara Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan juga dikejar pembangunan stadion yang juga membutuhkan dana yang besar dan harus segera rampung.