Imlek BalikpapanNewsBalikpapan –

Tiga hari lagi warga Tionghoa akan merayakan tahun baru Imlek sebagai pengharapan menyambut masa depan yang lebih baik. Warga keturunan Tionghoa berbondong bondong memanjatkan doa di tempat ibadah sembari memohon pengharapan memasuki tahun baru.

Demikian pula terjadi di Balikpapan Kalimantan Timur – perayaan tahun baru terasa makin istimewa seperti tahun tahun sebelumnya. Ratusan warga di penghujung malam tahun baru imlek merayakannya di Wihara Eka Dharma sembari memperkenalkan berbagai tradisi Tionghoa.

“Selain berdoa untuk keselamatan kita semua, kami juga memperkenalkan tradisio warga Tionghoa di Balikpapan,” kata Ketua Yayasan Eka Dharma Manggala, Hendy Teguh Kusnadi, Jumat (5/2).

Hendy mengatakan tradisi perayaan imlek lazim dilakukan dengan berdoa memanjatkan permohonan tepat tengah malam. Sela sela pelaksaaan doa, warga menyelinginya dengan pagelaran tiga tradisi budaya Tionghoa yaitu permohonan doa di pohon keberuntungan (Mey Hua), tarian naga hingga pembagian angpow sebagai perlambang kemakmuran warga Balikpapan.

Permohonan doa Mey Hua atau kembang cantik ini nantinya dibakar bertepatan perayaan Cap Goo Meh agar permintaan pelawat terkabul.

“Kami bakar pada 15 hari setelah perayaan tahun baru Imlek ini,” ujarnya.

Pagelaran budaya Tionghoa ini, kata Hendy secara rutin sudah dilaksanakan selama 11 tahun terakhir di Wihara Eka Dharma Manggala Balikpapan. Warga Balikpapan keturunan Tionghoa, menurutnya menyambut positif pelaksanaan budaya tersebut yang diikuti setidaknya 500 orang ini.

“Warga rutin bersembanyang di wihara ini di setiap hari hari penting,” paparnya.

Ketua Wihara Eka Dharma Manggala Balikpapan, Oei Jhoni menambahkan tema doa tahun ini adalah permohonan keselamatan dan kerukunan seluruh bangsa Indonesia. Menurutnya memasuki tahun Monyet Api membutuhkan kerukunan agar tidak terpecah belah antar sesama.

Jhoni berharap agar keselamatan dan kerukunan selalu menangungi seluruh masyarakat Indonesia. Dia mengaku selalu mengajak sebanyak 5 ribu umat Wihara Eka Dharma Manggala Balikpapan agar meningkatkan kerukunan antar sesama.

Perayaan tahun baru imlek di Balikpapan selalu dihadiri oleh tua, muda dan balita warga keturunan Tionghoa. Mereka menikmati pelaksanaan doa termasuk tradisi memasang permohonan di pohon Mey Hua, tarian naga dan berebut angpow dari dewa rejeki Tionghoa.