Kebun Raya BalikpapanNewsBalikpapan –

Lima titik api (hotspot) ditemukan di Hutan Lindung Sungai Wain di Balikpapan Kalimantan Timur. Titik api yang terbakar adalah semak belukar tumbuhan kering yang berada di pinggiran Hutan Lindung Sungai Wain.

Api yang membakar semak-semak di hutan tersebut, sudah ditangani dan saat ini sudah padam.

“Terbakar bukan di zona inti HLSW, namun di tepinya saja. Lima titik ini, luasnya 1-2 hektar masing-masing titik. Empat titik berada di HLSW wilayah Balikpapan yakni Karangjoang, dan satu titik di HLSW wilayah Kukar yakni Samboja,” kata Direktur Badan Pengelola Hutan Lindung Sungai Wain, Purwanto.

Belum diketahui persis penyebab terbakarnya areal HSLW tersebut. Namun beranjak dari pengalaman sebelumnya, bisa saja areal semak-semak di HLSW dibakar untuk membuka ladang. Sebab lain, cuaca panas bisa menyulut kebakaran mengingat ada beberapa tempat di areal HLSW yang mengandung batubara.

“Ada beberapa tempat yang demikian. Di kawasan zona inti HSLW misalnya, setidaknya terdapat dua tempat yang batubaranya terletak dekat permukaan tanah. Jika cuaca panas terik, batubara bisa terbakar dan mengawali kebakaran hutna. Kami terus memantau tempat itu,” ujar Purwanto.

Apalagi, dalam dua pekan terakhir, tidak terpantau hujan yang turun di wilayah HLSW. Secara umum, hujan turun sepanjang musim di Kaltim, dan itu yang sering menyelamatkan hutan di Kaltim dari kebakaran besar dan memandamkan titik api. Namun kadang, beberapa hari hujan pun tidak mengguyur.

“Pasca kejadian ini, kita akan ketatkan pantauan. Sebab, meski yang terbakar semak-semak, tetap berpotensi menjadi kebakaran besar. HLSW pernah mengalami kebakaran besar tahun 80-an lalu, dan kondisi itu jangan sampai terulang,” katanya.

HLSW saat ini luasnya 9.772 hektar. Hutan primer ini menjadi habitat sejumlah satwa seperti macan dahan, bekantan, buaya, dan beruang madu. Satwa terakhir ini adalah maskot Kota Balikpapan.