Hasil pengawasan terhadap penumpang Pesawat Air Asia Nomor Penerbangan AK 1330, kedapatan narkotika yang diduga heroin sebanyak 10 bungkus yang dibawa seorang laki-laki berkewarganegaraan Indonesia berinisial TMJ nomor password A2787,” kata Edy Burman saat konfrensi pers, sore tadi.   

 

Menurutnya, TMJ diduga merupakan kurir dari seorang wanita yang beralamat di Ciputat Tanggerang Banten berinisial DN berusia 34 tahun. Modus operndi penyeludupan narkotika tersebut dibawa oleh tersangka TMJ dengan cara menyembunyikan heroin tersebut ke dalam lapisan sisi dalam pengemas spare part kendaraan bermotor berupa gasket atau packing.

 

Akibat tindakan yang dilakukannya, dua tersangka tersangka tersebut dijerat pasal 102 jo pasal 103 Undang-undang Nomor 17 tahun 2006 tentang Kepabeanan dan Undang-undang Narkotika Nomor 35 tahun 2009 pasal 112 dengan pidana mati atau pidana penjara seumur hidup atau pidana penjara paling singkat 5 tahun dan paling lama 20 tahun serta denda sedikitnya Rp800 juta dan paling banyak Rp8 miliar ditambah sepertiga.

 

Sementara itu kepala Kanwil Bea & Cuka Kaltim Oentarto Wibowo menambahkan, kemungkinan Balikpapan dijadikan sebagai salah satu jalur baru pengiriman narkoba dari luar negeri mengingat sebelumnya juga berhasil dicegah penyelundupan sabu melalui Bandara Sepinggan, Balikpapan.

 

“Yang pasti permintaan narkoba di dalam negeri meningkat. Terbukti ada barang masuk tentu adademandnya,” katanya.

 

Kepala Bagian Humas Polda Kaltim Kombes Pol Antonius Wisnu Sutirta mengungkapkan, saat ini kasus tersebut telah diserahkan ke Ditreskoba Polda Kaltim untuk dilakukan penanganan dan pengembangan kasus lebih lanjut.

 

 “Masih akan ditindaklanjuti oleh Ditreskoba untuk pengembangan kasus lebih lanjut,” pungkasnya.