Menurutnya perunana harga semen terjadi karena banyak barang yang masuk ke dalam kota Balikpapan selain semen dari Palarang (samarinda) juga belum lama ini baru masuk semen Tonasa dari Makasar. “Banyak barang yang masuk dari Tonasa,”katanya.

Ia mengatakan kebutuhan semen di kota Balikpapan per tahun mencapai  498.670 ton. Dari perkembangan tahun ke tahun kebutuhan semen terus mengalami peningkatan pembangunan sehingga membutuhkan bahan baku seperti semen. “Pperkiraan kita kebutuhan semen pada tahun ini sebesar itu. Tahun lalu juga hampir samalah,” ujarnya.

Penurunan harga semen di pasaran kota Balikpapan diakui oleh salah satu agen semen dari Karya Kreasi Mandiri yang berlokasi di jalan A Yani. “Lagi banyak barang yang masuk, dari Palaran dan Sulawesi,” ujar Siti staf dari Karya Kreasi Mandiri, kemarin.

Menurutnya harga semen yang dijual ditingkat agen terutama di tempatnya bekerja  per sak Rp68 ribu. “Itu pembelian minimal 100-150 sak semen. Kita sendiri di gudang ada 10 ribu sak semen,” ungkapnya.

Stok semen itu kata Siti sangat cukup untuk melayani permintaan semen dari toko-toko material. Saat ini kebutuhan permintaan semen tidak terlalu tinggi. “Sedangkan pasokan cukup banyak. Jadi kapan habis tergantung permintaan pasar. Sekarang ini semen banyak datang,” tandasnya.