Awang Faroek Ishak

Awang Faroek Ishak

Balikpapan –

Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek Ishak mengklaim jalan tol Balikpapan – Samarinda sudah memiliki nilai ekonomis tinggi menyusul investasi sudah diberikan. Provinsi Kaltim sudah menginvestasikan dana pembangunan sebesar Rp 2 triliun dan pembebasan lahan sepanjang 99,02 kilometer.

“Sudah ekonomis saat Kaltim menginvestasikan dana Rp 2 triliun dan belum lagi pembebasan lahannya,” katanya saat ditemui di Balikpapan, Minggu (17/3).

Awang mengatakan progress pembangunan jalan tol tersebut terus dilaksanakan dengan melibatkan pihak pihak terkait. Dalam pembebasan lahan tol, dia berpegang pada aturan bahwa demi kepentingan umum pelaksanaanya bisa dilakukan.

“Pembebasan lahan sesuai ketentuan hukum berlaku dan semuanya harus ikut demi kepentingan umum,” tegasnya.

Dalam hal ini, Awang mengaku sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan kejaksaan soal pembebasan lahan jalan tol Balikpapan – Samarinda. Tindakan tegas dimungkinkan agar fasilitas umum jalan tol segera dapat terealisasi di Kaltim.

“Saya sudah berkoordinasi dengan kepolisian dan kejaksaan soal ini,” ujarnya.

Selain itu, Awang juga menjalin komunikasi dengan Menteri BUMN, Dahlan Iskan soal peran serta PT Jasa Marga dalam pembangunan tol Kaltim. Menurutnya respon Dahlan Iskan positif dengan memerintahkan operator jalan tol ini mengecek nilai ekonomis jalan tol Kaltim.

“Respon menteri sangat positif, kita tunggu saja hasil pengecekan dari Jasa Marga,” paparnya.

Kalimantan Timur berambisi membangun proyek prestisius jalan tol Samarinda – Balikpapan senilai Rp 6,2 triliun. Pembangunan jalan tol sepanjang 99,02 kilometer akan mempergunakan alokasi dana daerah serta investasi pihak swasta.

Keberadaan jalan tol Samarinda – Balikpapan juga sejalan dengan penetapan Kalimantan Timur sebagai outlet produksi crude palm oil (CPO) di Kalimantan. Pertumbuhan perkebunan kelapa sawit di Kalimantan diperkirakan sudah mencapai 5 juta hectare.

Pembangunan jalan tol ini terbagi dalam 5 paket pengerjaannya. Paket pertama adalah jalan menghubungkan Km 13 Balikpapan – Semboja senilai Rp 374 miliar, Km 13 Balikpapan – Manggar (Rp 373 miliar), Semboja – Palaran (Rp 366 miliar), Palaran – Mahkota II (Rp 363 miliar) dan Km 13 Balikpapan – Sepinggan (Rp 373 miliar).

Penggarapan jalan tol Samarinda – Balikpapan merupakan tahap awal pembangunan jalur trans Kalimantan Timur. Nantinya, Kalimantan Timur ingin melanjutkan pembangunan jalan tol Sangata – Maloy (130 Km), Bontang – Sangata (40 Km), Samarinda – Bontang (84 Km) dan penyelesaian proyek Jembatan Pulau Balang (1,5 Km).