Syahril TaherBalikpapan –

Badan Liga Indonesia (BLI) menyatakan hanya empat tim tergabung dalam Indonesia Premier League (IPL) yang lolos dalam kompetisi Indonesia Super League (ISL). Kedua kompetisi imbas carut marut PSSI ini dipastikan melebur pada musim kompetisi mendatang.

“Hanya empat tim yang dianggap memenuhi syarat,” kata Direktur BLI, Syahrir Taher, Senin (8/4).

Syahrir menyebutkan tim tim tersebut yaitu Semen Padang, Persijap Jepara, Persiraja Banda Aceh dan Persiba Bantul. Tim tim ini bisa langsung mengikuti jalannya kompetisi ISL nanti.

“Tidak mungkin klub dari Divisi I langsung ke ISL, tentu 18 klub yang kini berkompetisi di ISL tidak mau, karena mereka bukan klub abal-abal,” imbuhnya.

Syahrir mengatakan sejumlah tim IPL harus melewati jenjang kompetisi sesuai aturan PSSI.  Mereka minimal lolos dalam kompetisi Divisi 1, Divisi Utama PSSI sebelum akhirnya ikut dalam kompetisi ISL.

“Mestinya orang-orang ini (klub) mengikuti proses dari Divisi I, Divisi Utama, berjenjang yang harus dilewati,” bebernya.

Meskipun kata dia, klub-klub IPL yang  disebut abal-abal itu melapor ke FIFA, pihaknya, tidak bisa menyetujuinya. “FIFA kan bukan sebatas itu, niat kami sudah menyatukan kompetisi IPL dan ISL, tapi kan klub yang bergabung juga ada kriteria nya sendiri,” sebutnya.

Sebagai pengurus Persiba Balikpapan, dirinya pun menolak sejumlah klub yang dianggapnya tidak memenuhi kroteria itu, bergabung dengan kompetisi ISL.  “Kalau saya (Ketua Umum Persiba Balikpapan) tidak mungkin akan bergabung (menyetujui), bagaimana bisa dimasukkan ke dalam kompetisi ISL, sedangkan dia (klub) tidak mencukupi criteria itu,” tuturnya.

Karenanya lanjut dia, semua klub yang bergabung dalam kompetisi ISL harus memenuhi standar yang ditetapkan. “Karena standard itu memang yang harus dipenuhi, tidak bisa tidak, itu juga yang diinginkan klub yang berlaga di ISL,” pungkasnya.