Kecamatan SambojaNewsBalikpapan –

Kabupaten Kutai Kartanegara Kalimantan Timur dijadwalkan memulangkan secara bergelombang warga Geraka Fajar Nusantara (Gafatar) dari penampungan Samboja. Terdapat sebanyak 227 warga Gafatar asal Kota Bangun, Tenggarong dan Sembulu sudah dilokalisir di Samboja dari total keseluruhan sebanyak 400 jiwa.

“Rencananya besok (Selasa 26 Januari 2016) secara bergelombang dipulangkan,” kata Kepala Sub Bidang Pemberitaan Humas Pemkab Kutai Kartanegara, Ariyanto, Senin (25/1).

Ariyanto mengatakan pihaknya sedang memverifikasi kembali warga Gafatar yang sebagian diantaranya sudah memegang KTP Pemkab Kukar. Sebagian warga ini sudah menjani prosedur semestinya dalam pengurusan perpindaha KTP serta kepemilikan asset di Kukar.

“Sebagian mereka sudah memegang KTP Kukar dan mengklaim eks Gafatar. Mereka sudah memiliki asset sehingga tidak bisa serta merta untuk bisa dipulangkan,” ujarnya.

Namun demikian, Ariyanto mengakui pihaknya juga mempertimbangkan penggatian asset warga Gafatar ini yang nantinya terpaksa tetap dipulangkan dengan berbagai pertimbangan. Pemkab Kukar akan berhati hati dalam penyaluran ganti rugi asset milik warga Gafatar.

Sebagian pengungsi ini nantinya dipulangkan lewat jalur darat menuju Balikpapan dan diangkut dalam KM Bukit Siguntang dari Pelabuhan Semayang. Kapal ini yang berlayar membawa ratusan warga Gafatar untuk dipulangkan ke daerahnya masing masing.

Kepala Polres Balikpapan, Ajun Komisaris Besar Jeffry mengatakan pihaknya sudah menyiapkan ratusan personil dalam pengamana pemulanga warga Gafatar ini saat tiba di Pelabuhan Semayang. Pihaknya terus berkoordinasi dengan Polres Kutai Kartanegara yang memimpin proses pemulangan pengungsi Gafatar ini.

“Kami siapkan personil saat tiba di Balikpapan hingga berangkat lewat Pelabuhan Semayang,” paparnya.

Sehubungan itu, Jeffry mengaku tidak mengetahui secara pasti jumlah Gafatar yang nantinya akan dipulangkan nanti ini. Menurutnya data dimiliki Polres Balikpapan belum secara detail menyebutkan jumlah pasti pengungsi Gafatar yang nantinya dipulangkan.

Sebanyak 400 warga Gerakan Fajar Nusantara (Gafatar) dipastikan sudah bermukim dan menetap di empat kecamatan yakni Kota Bangun, Tenggarong, Sebulu dan Samboja. Kabupaten Kukar sudah melakukan pendataan anggota Gafatar ini yang sudah bermukim di wilayahnya sebagai petani.