Lifter KaltimNewsBalikpapan –

Atlit angkat besi Indonesia, Eko Yulianto menjadi rebutan antara pengurus KONI Kalimantan Timur dan Jawa Timur. Masing masing mengklaim diwakili atlit peraih medali perunggu ajang Olimpiade 2012 di London  lalu.

“Eko Yulianto sudah terlanjur menandatangani sesuatu komitmen dengan Jawa Timur,” kata Pengurus KONI Balikpapan Irvan Wirayuda, Jumat (7/3).

Dalam komitmen itu kata Irvan, Jatim telah memberikan dana pembinaan kepada Eko sebesar Rp 150 juta dan menjanjikkan akan memberikan rumah dan pekerjaan.

Namun dia menilai, komitmen antara Jatim dan Eko dianggap illegal dan Eko masih tercatat sebagia atlet Kaltim.  Eko Yulianto masih terikat kesepakatan dengan KONI Kaltim.

Hanya saja lanjutnya, persoalan itu harus diselesaikan, sehingga tidak menimbulkan konflik antara KONI Kaltim dan Jatim.

“Kemarin tiga minggu lalu, utusan dari KONI Provinsi dan Balikpapan dan PABSI nya sudah berankat ke Surabaya untuk membantu masalah Eko dengan Jatim,” bebernya.

Karena tidak ingin kehilangan Eko, KONI Kaltim dan Balikpapan kemudian menemui Gubernur Kaltim. Hasil pertemuan itu, Gubernur berjanji akan memberikan apa yang sudah diterima Eko dari Jatim, termasuk mengganti uang pembinaan yang sudah diterima Eko.

Menurutnya, Jatim  merayu Eko agar menjadi atlet daerah itu, sudah dilakukan sejak setahun lalu.   Bahkan kata dia, bukan hanya Eko yang diming-imingi Jatim, Triyatno yang meraih medali Perak Olimpiade London, termasuk Lukman pelatih juga dirayu. ”

Namun Triyatno dan Lukman termasuk Edi menolak rayuan Jatim, mereka tidak ingin meninggalkan Kaltim. “Kalau mereka memang jelas-jelas menolak, mereka merasa selama ini sudah dibesarkan Kaltim, jadi tidak akan meninggalkan Kaltim,” ujarnya.

Selama ini Triyatno, Eko maupun Lukman sudah mengharumkan nama Kaltim bahkan Indonesia dalam kejuaraan dunia Olimpiade maupun Pekan Olahraga Nasional (PON) ketiganya bahkan telah mempersembahkan medali emas. Ketiganya saat ini tercatat sebagai warga Balikpapan karena memiliki KTP Balikpapan.