“Pada dasarnya kami memang sangat setuju tapi tetap memperhatikan aspek keselatan, Soal struktur model jembatan itu kita serahkan kepada pemkab PPU,” kata Walikota Balikpapan Rizal Effendi, Selasa (6/12).

Senada Wakil Bupati PPU Mustaqim juga menambahkan, PPU dan Balikpapan telah sepakat Membangunan jembatan sepanjang 3,2 kilometer itu. Ia berharap dengan pembangunan jembatan tersebut semakin akan meningkatkan perekonomian maupun kerjasama kedua daerah.

“Pembangunan jembatan ini akan menghubungkan Balikpapan dan Penajam dan tentunya akan mempengaruhi percepatan pekembangan ekonomi dua wilayah yang selama ini dipisah oleh laut,” timpal Mustaqim.

Kapten Ikrar Saimun Pelindo Balikpapan menyatakan, batas aman bagi pelayaran minimal tinggi jembatan adalah 65 meter dengan luasan bentang minimal 800 meter. Karena diakuinya, Teluk Balikpapan merupakan jalur utama kapal tanker yang mengangut CPO dan batubara.

“Karena dalam sebulan itu ada 15 kapal tanker pengangkut CPO- dan batu bara yang melintas tiap bulanya. Besaran kapal itu luasanya 300 meter dengan ketinggian kapal 58 meter ,” ungkap Kapten Ikrar Saimun.

karena kata Ikrar Saimun, di kawasan Teluk Balikpapan itu memang ada sejumlah investor yang telah berminat membangun pelabuhan-pelabuhan kecil khususnya untuk pengangkutan produk yang dihasilkan.

“Disitu sudah ada beberapa perusahaan angkutan CPO dan Batubara karena memang padat. Dan kawasan itu diminati inevestor untuk bangun pelabuhan kecil-kecil,” tandasnya.