Bandara Sepinggan BppNewsBalikpapan –

DPRD Balikpapan Kalimantan Timur menolak perubahan nama Bandara Sepinggan menjadi Sultan Aji Muhammad Sulaiman. Pemprov Kaltim meminta pergantian nama ini jelang peresmian renovasi bandara yang menelan dana hingga Rp 2 triliun.

“Kita kirimkan surat penolakan pada Pemprov Kaltim,” kata Ketua DPRD Balikpapan, Andi Burhanuddin Solong, Selasa (7/1).

Burhan mendukung penyelamatan nama Sepinggan sesuai sejarah kota Balikpapan. Dia meminta sikapnya ini menjadi pernyataan resmi DPRD Balikpapan sehubungan polemic nama Bandara Balikpapan.

DPRD Balikpapan siap turun ke jalan bila nama Bandara Sultan Aji Muhammad Sulaiman tetap dipaksakan menggantikan nama Bandara Sepinggan. Dewan berdiri bersama mayoritas masyarakat Balikpapan yang menolak rencana pergantian nama ini.

Anggota dewan, Suharti menambahkan pihaknya juga menyampaikan penolakannya ini pada Kementerian Perhubungan. Instansi ini nantinya yang punya wewenang menetapkan nama bandara udara utama di Kalimantan tersebut.

Demikian pula, anggota dewan Tohari Aziz menilai tiadanya urgensi perubahan nama ini menjadi Aji Muhammad Sulaiman. Menurutnya nama Sepinggan sudah terpatri di benak masyarakat domestic dan internasional pengguna Bandara Balikpapan.

Tohari meminta nama Sultan Aji Sulaiman ditetapkan untuk Bandara Temindung Samarinda yang juga masih dalam pengerjaan. Bandara ini letaknya di ibu kota Provinsi Kaltim yang berada di Samarinda.

Komunitas warga Balikpapan mengatasnamakan ‘Save Sepinggan’ meminta dukungan politik dalam penolakan perubahan nama bandara setempat. Mereka menilai sosok Sultan Kutai, Aji Muhammad Sulaiman tidak berkontribusi aktif dalam pengembangan warga asli Balikpapan, Dayak Paser.

“Kami selaku warga asli yang memahami histori Sepinggan, menilai selama ini Sultan Aji Muhammad Sulaiman tidak pernah memberikan kontribusinya bagi masyarakat,” papar, Mei Kristi.

Mei berpendapat nama Sepinggan menyimpan sejarah soal asal usul warga asli Balikpapan. Menurutnya nama Sepinggan merupakan symbol perdamaian antara sejumlah suku yang mendiami Balikpapan.

“Untuk melerai pertikaian saudara itu dimasa dulu, semua dikumpulkan dalam upacara  dengan mengundang semua orang tanpa memang status social. Dalam upacara itu disediakan satu piring atau pinggan,” tuturnya.

Save Sepinggan menggalang dukungan penolakan bagi perubahan nama Sepingggan baik berupa akun facebook, twitter dan maupun petisi. Sebanyak 1.500 akun media social mendukung penolakan perubahan nama Bandara Sepinggan ini.

Pencarian Populer:

bandara balikpapan ganti nama, bandara sepinggan ganti nama