Dapat Rp 9 T, Kukar Minta Tambahan Anggaran
11 October 2013
PDIP Segera Capreskan Jokowi
15 October 2013

Doa Istri, Iringi Sukses ABS

Buku JalankuNewsBalikpapan –

Warga Kota Balikpapan Kalimantan Timur tentu sudah tidak asing sosok Andi Burhanuddin Solong, Ketua DPRD sekaligus Partai Golkar setempat. Orangnya tegas nyaris mendekat keras pada segala praktek pelanggaran hukum berlaku.

Pria yang akrab disapa ABS alias singkatan Andi Burhanuddin Solong ini memang mengawali karir politiknya di lini paling bawah partai, sebelum akhirnya dipercaya jadi sosok sentra Golkar Balikpapan.

Semua itu dikupas tuntas dalam buku setebal 015 halaman berjudul JALANKU berisi jejak dan pemikiran Andi Burhanuddin Solong dalam berkiprah membangun negeri ini. Buku ditulis budayawan nasional, Yusron Amminullah dan Suharyo AP diluncurkan di Hotel Nuansa Balikpapan, Sabtu (12/10).

Sejumlah petinggi Balikpapan tampak hadiri di kursi undangan seperti Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendy, Wakil Wali Kota Balikpapan, Heru Bambang serta unsur muspida setempat. Selain itu  juga hadir sejumlah tokoh nasional seperti Iwan Piliang Pengamat Media/penulis dan  budayawan Nnasional,  Zawawi Imron serta penulis buku Jalanku  Yusron Aminullah dan Suharyo AP.

Yusron Aminullah adik kandung dari Budayawan Emha Ainun Najib dan Suharyo AP menulis buku ini setelah mendapat gagasan dari Rozali Mangawing. Buku ini diterbitkan oleh MEP Borneo dan cetakan pertamanya  Oktober 2013.

Peluncuran buku diawali dengan pagelaran singkat oleh seniman dari Dewan Kesenian Balikpapan. Selanjutnya acara diisi dengan sambutan oleh penggagas, penulis, serta tokoh sentral Ketua DPRD Balikpapan Andi Burhanuddin Solong dan  juga  Walikota Rizal Effendi yang  melantunkan puisi  Andi Burhanuddin Solong. Acara diisi juga  pidato budayawan yang juga penyair nasional  Zawawi Imron.

Penulis buku Yusron Aminullah dalam sambutanya mengatakan gagasan menulis buku tersebut karena melihat sosok dan integritas serta ikhlasan  dari ABS. penulisan ini dibuatkan karena kesan yang dimiliki kepada ABS yang berbeda dengan kebanyakan dari ketua DPRD lainya.

“Apa pak Andi sama dengan ketua DPRD lainnya?  Rozali Mangawing (penggagas) bilang, ABS–ini jauh sekali dari Ketua DPRD lainnya. Orangnya tegas, ikhlas, punya pendirian kuat, walau terkadang bicaranya agak kasar. Tapi itulah yang mendorong kami menuliskan kisahnya,” tambahnya.

Yusron yang juga pernah menulis sosok Dirut Telkom dan John Robert Power ini menegaskan bahwa penulisan buku ini benar-benar datang dari dirinya bersama rekanya dan bukan ABS yang meminta.

“Kami  membuat buku ini bukan untuk kepentingan kampaye. Kami tidak dipinta untuk menulis tapi justru kami yang meminta. Karena beliau (Andi Burhanuddin Solong) adalah contoh pemimpin bersih di kota  ini,” ujarnya disambut tepuk tangan tamu undangan.

Yusron mengaku salut atas kepiawaian ABS dalam memimpin parlemen. Dia bahkan menilai ABS sosok manusia langka karena sangat kuat menghafal Undang-undang. “Tiga bulan saya bergaul ternyata beliau ini banyak hafal Undang-undang. Hafal pasal-pasal sampai titik koma, itulah yang selamatkan Balikpapan dari KPK. Karena selama dua periode tidak ada satupun anggota parlemen yang ditangkap. Coba lihat di Riau, Bojonegoro meraka ditangkap oleh jaksa kadang bukan karena kejahatan tapi karena kebodohanya tidak pahami aturan,” jelasnya.

Yusron menilai sosok ABS seperti sekarang ini, juga karena didukung oleh peran seorang istri. Karena banyak sekali pemimpin/pejabat yang sukses atau jatuh dipermalikan karena istri.

“Saat kami mewawancari ibu (istri ABS) kami sampai meneteskan air mata. Bahwa ibu ternyata berjuang juga untuk menghidupikeluarga dengan membuat usaha toko bahan bangunan di sidoarjo. Tangan tidak halus seperti tangan istri-istri pejabat. Beliau lakukan ini karena telah mengiklaskan suaminya  untuk berjuang bagi kebaikan kota Balikpapan,” kenang Yusron.

Yusron juga terpana dengan sikap abs dan sang istrinya bahwa mereka bukan sosok yang dendam dengan kemiskinan.

“Mereka pernah hidup sulit, tapi tidak pernah dendam dengan kemiskinan. Begitu berkuasa mereka tidak memperkaya diri tapi disebagian banyak orang tidak jarang yang jatuh saat diberikan amanah berkuasa tapi tidak mampu menjaganya,” katanya.

Peluncuran buku  ini ditandai dengan penandatanganan prasasti gerakan membaca untuk Kota Balikpapan. Gagasan ini berasal dari permintaan ABS agar masyarakat Balikpapan gemar membaca, sehingga banyak membeli buku dan memperbanyak taman baca.

Penandatangan prasati dilakukan oleh Wali Kota Rizal Effendi, Wakil Wali Kota Heru Bambang, Kepala Dinas Pendidikan Heri Misnoto, penggiat citizen jurnalism Iwan J Piliang, Penyair Nasional D Zawawi Imron, dan ABS sendiri.

Selain itu, panitia juga melelang buku ABS. Lelang buku tersebut bertujuan untuk membangun sejumlah taman baca di Kota Balikpapan. Tidak tanggung-tanggung dana yang terkumpul hingga puluhan juta, berasal dari Walikota, Wakil Walikota, pengusaha, Anggota DPRD, Ketua HIPMI, Ketua KNPI, dan tokoh masyarakat lainnya dan pengusaha. Mayoritas sertifikat lelang yang terjual di angka Rp 5 juta, dan yang paling rendah adalah Rp 2,5 juta.

Andi Burhanuddin Solong mengatakan buku Perjalanku karya Aminullah Yusron merupakan buku yang dibuat tanpa campur tanganya. Itu murni dibuat penulis dan saya tidak banyak tahu. “ Harganya saja saya tidak tahu. Saya juga tidak kenal dengan penulis. Saya merasa kikuk apakah saya mampu menjalankanya sebagai konsekuensi dari buku itu. Apalagi situ banyak sekali eksistensi saya saat memimpin DPRD dua periode,” katanya.

Karena itu ABS memohon kepada Allah untuk memelihara dan menjaga diri dan keluarga nya agar mampu berbuat terbaik lagi dengna memberikan pengabdian kepada masyarakat Balikpapan dan Kaltim.

“Menjaganya ini yang susah. Mudah-mudahan Allah memberikan dan menjaga saya untuk berbuat jauh lebih baik bagi kota ini dan kaltim yang nantinya bermuara pada bangsa dan negara ini,” tandasnya.

ABS mengakui proses pembuatan buku ini berlangsung setahun lalu. ABS dalam pidatonya mengaku banyak mendapatkan pertolongan dari Allah bahkan kemampuannya menghapal dan memahami UU dan peraturan berkat izin dan hidayah Allah.

“Itu karena hidayah Allah,”tukasnya.

 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *