Diakuinya, meski dilakukan penyuluhan mengenai tertib berlalu  lintas namun trand kecelakaan lalulintas cendrung mengalami peningkatan. Human Error kerap dituding sebagai biang keladi terjadi kecelakaan.

“Ada penyuluhan seperti ini saja kecelakaan masih terjadi bahkan cendrung meningkat. Nah ini rutin kita lakukan tiap tahunya. Pada tahun ini kita gelar penyuluhan di tiga kota yakni Balikpapan, PPU dan KUbar. Semua intinya kita ingatkan lagi kepada pengguna jalan untuk berhati-hati dan memperhatikan faktor keselamatan,” terangnya.

Sementara itu Kadishub Kota Suseno mengatakkan penyuluhan kepada supir dan pengusaha atau organda ini untuk mengingatkan kembali tentang kesadaran berlalu lintas secara aman dan benar.  

“Jangan sampai kendaraan mengalami slip, kemudian tata cara barang bawaan penumpang  jangan sampai menutupi pintu keluar. Termasuk Kelayakan kendaraan dan kesehatan bagi supir,” kata Suseno kemarin.

Menurutnya tiap enam bulan sekali dilakukan pengecekan kelayakan kendaraan. Sedangkan untuk kesehatan supir kita lakukan pada event tertentu seperi lebaran atau libur panjang sekolah.

Kasi Lalulintas Ditlantas Polda Kaltim Kompol Sumarno mengatakan kepatuhan dan ketertiban berlalulintas di Balikpapan cukup baik dibandingkan kota lain. Namun masih banyak ditemukan cara berkendara yang tidak sesuai aturan.

Menurutnya kecelakaan masih banyak didominasi roda dua dan lokasi kejadian di jalan poros Balikpapan-Samarinda.

“Karena ruas jalan itu urat nadi Kaltim sehingga paling banyak terjadi kecelakaan disitu. Trandnya meningkat, masih didominasi roda dua. Penyebabnya kurang patuh  berlalu lintas seperti mendahului kendaraan tanpa memperhitungkan keselamatan yakni menyalip di tikungan dan tanjakan,” tukasnya