Data yang dihimpun antara menyebutkan, para karyawan tersebut, yaitu 5 orang karyawan KPC dirawat di Rumah Sakit International SOS Sangatta, 15 orang karyawan Darma Henwa di RS PKT Prima Sangatta, dan 5 karyawan Dharma Henwa lainnya di RS Teluk Lingga, juga di Sangatta.

Menurut sumber Antara di RS International SOS Sangatta yang sempat berbicang dengan sejumlah karyawan yang dirawat, mereka makan malam dengan menu pecel yang disediakan oleh Aerofood Catering Service.

“Paginya kami mengalami demam, buang air besar, hingga kejang-kejang,” ujar sumber tersebut  menirukan cerita para karyawan . Dihitung, mereka seluruhnya berjumlah 25 orang, 20 orang dari Darma Henwa dan 5 orang dari KPC,” kata sumber itu, Kamis (22/3).  

Sebelum dibawa ke rumah sakit, para karyawan yang mengalami sakit tersebut sempat dirawat dr Krisna M, dokter di lokasi kerja tersebut. Oleh dr Krisna para pasien kemudian dirujuk ke Rumah Sakit PKT Prima Sangatta, karyawan KPC ke Rumah Sakit International SOS Sangatta, dan 5 karyawan Dharma Henwa lainnya di RS Teluk Lingga.

Hingga kini kata sumber tersebut, belum ada perwakilan manajemen perusahaan yang menjenguk para karyawan tersebut. Health and Safety (HSE) Manager Site Bengalon PT Darma Henwa Erwin Rianto yang dihubungi melalui selulernya, Kamis (22/3) pukul 17.50 tidak sempat memberi keterangan yang jelas.

Meski telah dihubungi ulang berkali-kali tidak bisa tersambung. Pesan pendek yang dikirimkan juga tidak dibalas.  

Di Bengalon Site, PT Darma Henwa Tbk menggarap lahan tambang batubara milik Kaltim Prima Coal. Darma Henwa mulai mengerjakan proyek tersebut 2004 dan disebutkan sebagai salah satu kontrak terbesar Darma Henwa, dengan nilai kontrak 1,85 miliar dolar AS.