Scot Marciel

Scot Marciel

Balikpapan –

Duta Besar Amerika Serikat Scot Marciel bersama rombongan berkunjung Kota Balikpapan, Selasa (12/2). Dubes AS tersebut, sempat berbincang-bincang dengan segenap pimpinan Pemkot Balikpapan membahas beberapa rencana kerjasama antara Kota Balikpapan dan AS. Salah satu yang menjadi perhatiannya, terkait investasi , pendidikan maupun isu lingkungan yang belakangan menjadi topic hangat.

“Kami datang ke Balikpapan dalam rangka, kami sudah membicarakan soal bisnis kan banyak perusahaan AS yang berinvestasi disini, soal lingkungan dan juga pendidikkan, tapi saya tertarik memperdalam bahas soal isu lingkungan,” kata Scot Marciel kepada sejumlah wartawan usai pertemuan, Selasa (12/2).

Sejauh ini kata Scot, dirinya sudah mengunjungi beberapa Provinsi di Indonesia yang dikelilingginya. Sama hal kata Scot, jika ke AS dan hanya di Washington DC atau New York tidak keliling AS, maka tidak akan kenal AS. Dirinya, tertarik berkunjung ke Kota Balikpapan, karena merupakan Pintu Gerbang Kalimantan Timur (Kaltim).

“Sudah banyak kota yang kita kunjungi, sudah 25 provinsi yang kita mampir berbincang-bincang dengan kepala daerahnya, melihat apa yang bisa kita tawarkan untuk kerjasama, dan kita sekarang ke Balikpapan, karena kota ini pintu utamanya. Kita tidak mungkin hanya di Jakarta saja, makanya kita keliling Indonesia, saya ingin kenal seluruh Indonesia,” ujarnya.

Terkait lingkungan kata Scot, AS bahkan sudah menyumbang sebasar 30 juta USD tahun 2012 lalu untuyk Kaltim. “AS ada berikan sumbangan, sudah tahun lalu kita berikan, kita berikan untuk konservasi hutan tropis, Kutai Kertanegara paling banyak,” ujarnya.

Soal Balikpapan melarang adanya penambangan, Scot  mengungkapkan, hal itu bagus dan patut di contoh. “Ekonomi daerah dibangun tidak bergantung pada SDA seperti tambang. Tapi bisa dalam bentuk, jasa  dan perdagangan,” sebutnya.

Scot juga mengaku tertarik soal Beruang Madu satwa yang hidup di hutan lindung sungai wain dan kini populasinya semakin punah. Scot menganggap Beruang Madu merupakan satwa unik didunia, karena di Amerika tidak ada.

“Tadi saya mendengar penjelasan tentang Beruang Madu, kita harus jaga, supaya tidak punah, termasuk menjaganya dihabitatnya,” bebernya.

Disamping itu, dirnya juga berharap ada kerjasama antara pemuda di Kota Balikpapan dan di AS, karena itumerupakan  prioritas utama AS kedepan, termasuk pendidikkan. “Disini ada guru Bahasa Ingris di SMK 1 asal Amerika, itu bagus,” imbuhnya.

Walikota Balikpapan Rizal Effendi menyatakan, memang membahas beberapa hal penting dalam pertemuannya dengan Dubes AS itu. Khususnya kata Rizal, soal isu lingkungan.

“Banyak yang kita bahas, mulai investasi, pendidikkan, tapi juga yang menarik soal isu lingkungan,” ucapnya. Karena lanjutnya, dia berharap ada kerjasama antara AS dan Balikpapan.

“Itu harapan kita, karena kami juga jelaskan soal teluk Balikpapan, termasuk Beruang Madu, mereka cukup tertarik,” paparnya.