“Potensinya bisa mencapai Rp400 miliar. Kalau semua komponen pendukung seperti produk hukum dan infrastrukturnya sudah siap, target itu bisa dicapai pada 2014,” ujarnya, kemarin.

Adapun pendapatan asli daerah (PAD) pada 2012 ditargetkan sebesar  Rp290 miliar atau meningkat dari realisasi tahun lalu yang mencapai Rp221 miliar padahal target revisi hanya sekitar Rp200 milair.

Patly mengatakan penambahan PAD akan mempermudah pemerintah daerah dalam mempercepat laju pembangunan. “ Kalau ini terus meningkat PAD kita, tentu ini juga akan terus memacu pembangunan di kota kita,” katanya.

Salah satu sumber pendapatan daerah yang masih bisa digenjot perolehannya adalah Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2) serta Bea Perolehan Hak Atas Tanah dan Bangunan (BPHTB) yang  pengelolaannya sudah berada di bawah Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) Kota Balikpapan.

”Kesiapan infrastruktur serta petugas  lapangan akan membantu pencapaian perolehan PAD bagi Balikpapan,” ucapnya.

Selain itu, potensi pajak dan retribusi daerah lain yang masih belum tergarap secara maksimal masih bisa untuk dikembangkan agar realisasi pajak bisa mencapai target yang diharapkan.

“Termasuk sarang wallet itu potensi pajaknya tinggi cuma memang belum berjalan maksimal. Ada kendala yang dihadapi soal perijinan gangguan minta persetujuan warga. Ini memang kita minta pemkot segera menuntaskan atau cari jalan keluarnya,” tukasnya.