Kapal terdamparNewsBalikpapan –

Pangkalan TNI AL Balikpapan memperingatkan buruknya cuaca perairan laut di sekitar Selat Makassar yang berbatasan langsung dengan perairan Kalimantan Timur. Tingginya ombak disertai angin kencang terjadi di seluruh perairan Kalimantan Timur.

“Selama beberapa waktu kedepan perairan Kaltim akan mengalami hujan, angin kencang dan ombak tinggi,” kata Komandan Pangkalan TNI AL Balikpapan, Kolonel Ariantyo, Sabtu (18/1).

Informasi ini seperti disampaikan Badan Meteorologi Klimatoogi dan Geofisika (BMKG) sehubungan kondisi cuaca di Kaltim. Selama beberapa waktu ke depan perairan Kalimantan Timur akan mengalami hujan lebat dan sering, diikuti angin kencang dan ombak tinggi.

Ariantyo mengatakan kondisi ini membuat pelayaran menjadi berisiko tinggi dan perahu ataupun kapal sangat rentan mengalami kecelakaan.Termasuk juga yang diingatkan adalah para nelayan dan pemancing di Teluk Balikpapan dan perairan di sekitarnya.

Jasa pelayaran harus mempersiapkan alat keselamatan seperti sekoci, rakit penyelamat, jaket pelampung, alat pemadam api hingga sirena alarm. Alat-alat keselamatan tersebut harus berfungsi dengan baik dan cukup jumlahnya.

Jumlah jaket penyelamat juga harus cukup untuk semua orang yang ada di kapal. Di kapal penumpang dimana terdapat juga anak-anak, sekurangnya ada 10 persen dari seluruh jaket yang ada dalam ukuran anak-anak.

Imbauan itu juga disampaikan mengingat kecelakaan yang menimpa sejumlah kapal di seluruh Indonesai belakangan ini. Di Balikpapan, misalnya, kapal tunda (tugboat) TB Bulkis 01 mengalami kerusakan mesin hingga terdampar di Pulau Babi, pulau kecil Teluk Balikpapan.

Kerusakan mesin membuat tugboat kehilangan daya sehingga terbawa arus dan terdampar di pulau itu, yang tak jauh dari Pantai Melawai, Balikpapan. Karena itu, nakhoda kapal Masri dan 3 anak buah kapal (ABK) dapat dengan mudah meninggalkan kapal dan menyelamatkan diri.

Sementara itu, KM Jaya Utama tenggelam pada Minggu (12/1) selepas perairan Pulau Panjang, Kepulauan Derawan, Berau. Sampai saat ini nasib satu orang anak buah kapal bernama Nanang belum diketahui, semetara kapten dan lima ABK lainnya berhasil diselamatkan.