Christian HadinataNewsBalikpapan –

Legenda bulu tangkis Indonesia, Christian Hadinata Persatuan Bulutangkis Seluruh Indonesia (PBSI) memberikan kesempatan bertanding para atlit atlit muda dalam event sekelas negara negara Asia Tenggara. Atlit pebulutangkis muda Indonesia membutuhkan jam bertanding di suatu turnamen internasional skala regional.

“Kirimkan mereka untuk ikut dalam turnamen sekelas SEA GAMES,” kata mantan atlit bulutangkis Indonesia yang beken era 80 an ini di Balikpapan, Sabtu (25/4).

Christian mengatakan strategi ini mampu mengasah pemain muda bersangkutan dalam kaitan teknik, mental, stamina hingga semangat juangnya. Pemain muda ini bisa memetik nilai positif dari permainan lawannya yang juga tangguh seperti dari Malaysia, Thailand, Singapura, Vietnam, Myanmar hingga Philipina.

Adapun pemain senior menjadi andalan hanya dipersiapkan ikut turnamen puncak semisal ASIAN Games, Olimpiade hingga turnamen diselenggarakan federasi bulutangkis dunia. Pemain timnas Indonesia ini akan menghadapi atlit atlit nomor satu dunia asal China, Korea Selatan, Jepang, Denmark, India dan Malaysia.

Mundurnya prestasi atlit bulutangkis Indonesia saat ini juga disebabkan proses regenerasi pemain yang mandeg dijalankan. Atlit atlit senior yang dipercaya untuk mengikuti turnamen yang skalanya kelas dunia.

“Padahal atlit senior Indonesia menghadapi atlit junior negara lain. Seperti contohnya dahulu, pemain sekelas Taufik Hidayat kenapa tetap saja ikut SEA GAMES,” sesalnya.

Keikutsertaan pemain senior Indonesia, menurut Christian akhirnya mampu dimaksimalkan pemain muda negara yang butuh jam terbang pertandingan internasional. Mereka memperoleh kesempatan emas melawan Taufik Hidayat yang saat itu menduduki peringkat satu pebulutangkis dunia.

“Akhirnya pemain muda mereka mampu meningkat permainannya, sebaliknya pemain senior kita sudah mengalami penurunan prestasi. Sedangkan pemain muda kita tidak mampu melapis prestasi seniornya disebabkan minimnya pertandingan internasional mereka,” ujarnya.

Sehingga bisa dimaklumi prestasi atlit bulutangkis saat ini kalah moncer dibandingkan masa masa Taufik Hidayat, Alan Budikusuma, Susi Susanti, Joko Suprianto, Icuk Sugiarto, Liem Swee King, Rudi Hartono, Ricky Subagya – Rexy Mainaki hingga Christian Hadinata – Ade Chandra. Pemain timnas Indonesia kalah bersaing dalam kancah turnamen sekelas All England dan olimpiade.

Christian menyebutkan pengurus PBSI saat ini sudah menyadari kesalahannya itu.  Pengurus sudah bertekat untuk memprioritaskan pembinaan atlit muda termasuk diantaranya kerjasama dengan Djarum Foundation dalam mencari bibit bibit pebulutangkis di seluruh Indonesia.