Jembatan Penajam - BalikpapanNewsPenajam –

Bupati Penajam Paser Utara PPU Kalimantan Timur Drs. Yusran Aspar, MSI tetap optimis, pembangunan jembatan penghubung penajam-Balikpapan akan terwujud. Memang selama ini masih ada pihak-pihak yang meragukan, namun pada saatnya nanti pembangunan akan membuktikan.

Beberapa anggapan yang mncul dalam rencana pembangunan jembatan ini seperti tidak memungkinkan secara teknis,  mengingat letaknya pada lintas kapal-kapal besar, ada pula yang sangsi terhadap pembiayaan, dimana dana yang dibutuhkan sangat besar sehingga tidak ekonomis kalau terus dipaksakan.

Tapi bagi Yusran, semua asumsi-asumsi tadi tidak mendasar dan dirinya bisa dengan memberi argumentasi ilmiah. Dari sisi teknis, sudah ada kajian yang dilakukan tim dari Institut Teknologi 10 November Surabaya (ITS). Hasilnya, kapal-kapal besar yang selama melintas dijalur bentang jembatan, sama sekali tidak mengganggu. Ada yang mendebat ketinggian ideal antara badan jembatan dengan permukaan air 65 meter. Tapi berdasarkan kajian teknis, ketinggiannya cukup 50 meter.

“Kami sudah ada datanya. Angka 50 meter itu sudah sangat tinggi. Kapal terbesar yang lewat penajam  teluk balikpapan itu hanya  42 meter. Dan soal kedalaman air, kondisinya sangat layak. Memang ada yang sedikit dangkal, tapi itu bisa disiasati menggunakan kapal pandu, jadi masih aman, “ terang Yusran usai pertemuan antara Pejabat Balikpapan dan rombongan DPRD Kaltim di Pemkot Balikpapan beberapa waktu lalu.

Dikatakan Yusran, lantas kalau bicara masalah pendanaan, dari hitungan matematis juga bisa diatasi. Memang secara kasat mata, angka 5 triliun adalah uang yang sangat besar, namun yang harus diingat ada sumber-sumber pendanaan yang bisa diajak kerja sama. Yang sangat memungkinkan adalah konsorsium 4 pihak, masing-masing Pemprov Kaltim, Pemkab PPU, Pemkot Balikpapan dan PT. Waskita Karya. Untuk diketahui, PT. Waskita Karya adalah perusahaan BUMN yang sejak awal sangat berminat untuk terlibat dalam mega proyek ini.

Dijelaskan Yusran, dari empat pihak tadi, setidaknya bisa menggalang dana awal sebesar Rp. 2,5 triliun, dengan komposisi Rp 1 triliun dari Waskita Karya, dan Pemprov Kaltim, Pemkab PPU, Pemkot Balikpapan masing-masing menyetor modal Rp 500 milyar.

Dari akumulasi modal tadi, sudah melebihi angka equity perusahaan yang mensyaratkan 30 persen dari total pendanaan. Nah, kalaupun Pemkot Balikpapan yang kabarnya tak memiliki modal sebesar itu, pihak Waskita Karya bersedia menambah modalnya.

Alternatif lain, kekurangan equity bisa melibatkan pihak ketiga yang lain. Cukup banyak kok insvestor yang bisa kita gandeng. Karena proyek ini sudah layak secara ekonomis dan layak finansial. Artinya, secara bisni, jembatan ini menjanjikan keuntungan, “ terang Yusran.

Dengan penjelasan detail itulah, Yusran bisa meyakinkan para politisi Karang Paci bahwa jembatan ini memang layak dibangun. “Kalau ada yang beranggapan proyek ini tidak didukung anggota DPRD Kaltim, mungkin informasi yang diterima belum lengkap. Buktinya, setelah saya jelaskan semuanya, mereka justru balik mendukung. Bahkan segera memperjuangkannya ke pusat, “ ungkap Yusran. ADV