BalikpapanBalikpapan –

PT Bank Tabungan Pensiun Nasional (BTPN) Tbk memprioritaskan alokasi pengucuran kredit dari penghimpunan pihak ketiga pada pelaku usaha purnabakti. Total alokasi dana sebesar Rp 53,9 triliun peruntukannya sebesar 69 persen untuk pelaku usaha ini.

“Kami masih prioritaskan alokasi kredit bagi pelaku usaha purnabakti,” kata Area Bisnis Head BTPN Samarinda, Aden jaenudin, Kamis (3/10).

Aden mengatakan pihaknya memang punya komitmen dalam pengembangan potensi sumber daya nasabah purnabakti. BTPN membantu pelaku usaha nasabah purnabakti yang berjumlah 700 ribu orang.

“Bantuan kreditnya bervariasi dari Rp 20 juta hingga Rp 50 juta,” paparnya.

Sisa alokasinya ini, Aden mengaku juga membidik kredit pasar usaha mikro kecil menengah yang tahun ini dipatok sebesar 23 persen.  Pangsa pasar kredit syariah menempati prioritas terakhir lewat alokasi sebesar 8 persen.

“Tiga hal ini yang memperoleh kredit dari BTPN. Kami belum melayani untuk kredit usaha pengusaha kelas atas,” ujarnya.

Hingga kini, Aden mengatakan nasabah BTPN didominasi pelaku usaha purnabakti di kota/kabupaten Jawa. Pelaku usaha Kalimantan masih kurang dalam memanfaatkan layanan jasa kredit BTPN.

“Karena nasabah purnabakti di Kaltim memilih mudik di daerah asal dari pada menetap disini. Sehingga tidak heran jumlah nasabah di sini sedikit,” tuturnya.

Sehubungan itu, Aden mensuport berbagai pelaksanaan program development keperdulian social dalam mendukung performa bisnis BTPN. Seluruh cabang BTPN sebanyak 400 kantor rutin menggelar berbagai program social seperti info sehat, konsultasi kesehatan, layanan kesehatan dan motivasi sukses.

“Kami berharap pada 2017 akan ada 5 juta penerima manfaat program social kami ini,” kata Program Development Head Daya Sehat Sejahtera BTPN, Yosafat Erie Setianto.

Erie berpendapat berbagai program social ini mampu menjembatani kepentingan bisnis dengan social BTPN. Para nasabah diharapkan dapat merasakan peran BTPN dalam kehidupan mereka.

Penerima kredit purnabakti asal Penajam, Sudirmo Gunoredjo  (70 tahun) mengaku sudah menerima manfaat lewat pengucuran kredit sebesar Rp 40 juta dari BTPN. Pensiunan guru ini mengaku bisa mengisi hari tuanya dengan berternak ikan lele.

“Bisa untuk memperbaiki rumah serta dibagikan pada tetangga. Angsuran kredit saya juga akan lunas pada 3 bulan nanti,” paparnya.

Dalam kurun waktu 6 bulan, Sudirmo mengatakan bisa tiga kali memanen ikan lele dengan keuntungan Rp 600 ribu. Namun keuntungan utama adalah mampu mengisi hari harinya dengan kesibukan yang berguna bagi orang lain.