Dua ledakan lainnya menghantam sebuah truk yang membawa para pekerja bangunan di jalan raya antara Baghdad dan Faluja, dengan korban tujuh jiwa. Serangan terbaru ini terjadi hanya dua hari setelah tiga ledakan di kota pelabuhan Basra, Irak Selatan, yang menewaskan 19 orang.

Tingkat kekerasan di Irak menurun dalam beberapa tahun ini setelah mencapai puncaknya pada tahun 2006-2007. Bagaimanapun kelompok militan masih terus melancarkan serangan secara berkala.

Masih berlanjutnya serangan yang mematikan di Irak menimbulkan kekhawatiran atas kondisi keamanan di Irak setelah penarikan mundur pasukan Amerika Serikat, yang akan dimulai pada akhir tahun 2011 ini.

Pemerintah Irak dan Amerika Serikat kini sedang melakukan pembicaraan mengenai kemungkinan memperpanjang keberadaan pasukan AS di negara itu dalam jumlah terbatas hingga 2012.

Sementara itu akhir Oktober, Panglima Angkatan Bersenjata Irak, Letnan Jenderal Babaker Zebari, mengatakan pasukan keamanannya baru siap mempertahankan perbatasan darat dan udara negeri itu pada 2020. Opsticanadan . (bb)