Pasalnya, saat ditangani Butler, grafik permainan Aldo Baretto dkk, mengalami peningkatan. Bahkan sempat menembus peringkat 4 klasemen sementara Indonesia Super Leagu (ISL).

 

Schaller pun langsung memimpin latihan perdana tim Persiba Kamis 10 April lalu di stadion Parikesit. Meski, sedikit terkendala soal bahasa, namun latihan sore itu berjalan lancar. Para pemain pun terlihat enjoy dengan kepemimpinan pelatih asal Austria itu.

  

Usai memimpin latihan, Schaller mengatakan, dirinya pun tak berani memasang target tinggi bagi Persiba. Schaller hanya menjanjikan akan bekerja keras dan memberikan yang terbaik ke dalam permainan Persiba.

 

Schaller mengungkapkan, dirinya masih membutuhkan waktu untuk beradaptasi dan mengetahui skill para pemain. “Saya tidak bicara target, saya hanya akan memberikan yang terbaik bagi tim,” kata pelatih berusia 50 tahun itu.

     

Apa yang dikatakan Schaller tidak salah, karena dengan waktu yang sempit, dirinya  harus mempersiapkan Aldo Bareto dkk, menghadapi PSAP Sigli di stadion Parikesit, Sabtu (12/5) sore tadi.

 

Hanya saja skema yang sedikit berubah. Saat masih ditangani Butler, Persiba menerapkan skema 4-3-3, dengan menempatkan Aldo Baretto sebagak striker tunggal diapit Kenji Adicihara dan Shohei Matsunaga. Dilini tengah, Esteban Gullien, Asri Akbar dan Achmad Sembiring.

 

Namun kini sejak ditangani Schaller, skema menjadi 4-4-2. Dilini depan Aldo diduetkan dengan Kenji. Sedangkan Matsunaga digeser lebih ke dalam dibelakang duet striker tersebut, bersama. Esteban Gulien, Asri Akbar dan Achmad Sembirim Usman.

 

Sedangkan dilini belakang praktis tidak ada perubahan yakni Rahmad Latief, Labudovic, Supriyadi dan Dwi Joko Prihatin. Hanya dibawah mistar I Made Wirawan yang mengalami cedera, posisinya digantikan Yanuar Tri.

 

Dalam laga yang disaksikan ribuan supporter Persiba, skema yang dimainkan Schaller, dibabak pertama justru tak berjalan. Persiba justru kalah bertarung dilini tengah. Bahkan untuk menembus kotak pinalti pun kesulitan. Sehingga Persiba nyaris tak punya peluang bagus.

 

Bahkan dua bek sayap Persiba Dwi Joko dikanan dan Supryadi dikiri dan kanan nyaris tidak melakukan tusukan dan memberikan umpang crossing dari sayap. Saat ditangani Butler kedua sayap menjadi salah satu strategi untuk menyerang dengan menggunakan lebar lapangan.

 

Begitu juga Asri Akbar dan Achmad Sembiring yang biasa dikenal sering melakukan tendangan-tendangan dari luar kotak pinalti,  yang kerap menjadi gol. Justru dalam laga tersebut tidak terlihat tendangan-tendang Asri dan Sembiring.

 

Dibabak kedua, Schaller melakukan perubahan. Menarik Kenji dan memasukkan Sultan Samma. Pergantian tersebut cukup efektif, karena Sultan akhirnya membayar kepercayaan Schaller dengan mencetak gol. Namun kembali, Permainan Persiba tidak terlihat efekltif.

 

Bahkan saat unggul jumlah pemain pun, Persiba justru tak mampu menambah gol atau mempertahankan kemenangan. Ada strategi yang justru menjadi bomerang, saat PSAP bermain dengan 10 pemain, Schaller justru menarik Sembiring dan memasukkan striker Eki Nurhakim.

 

Pergantian itu justru seperti menjadi malapetaka. Pasalnya Schaller memaksakan memasang empat pemain dengan naluri menyerang yakni Aldo, Sultan, Matsunaga dan Nurhakim. Ditengah praktis hanya Esteban dan Asri. Kesempatan itulah yang berhasil dimanfaatkan tim tamu.

 

Melalui serangan balik, PSAP akhirnya berhasil menyamakan skor menjadi 1-1 melalui tendangan bebas yang dileksekusi Sukman Suaib.  Tendangan bebas diberikan, wasit setelah Labudovic yang menjatuhkan striker PSAP Abu Bakarr Bah.

 

Hasil ini tentu sangat mengecewakan supporter dan pendukung tuan rumah. Karena jika menang Persiba akan naik kembali ke peringkat 4 klasemen sementara ISL. Hanya kalah selisih gol dari Persela Lamongan yang menempati peringkat 3. Kedua tim sama-sama mengoleksi 39 poin.  

 

Usai pertandingan, Manager PSAP Yusni Imran mengaku senang bisa menahan imbang tuan rumah dan meraih satu poin. Hasil tersebut kata Yusni menjadi modal bagi timnya untuk selanjutnya kembali meraih poin saat menghadapi tuan rumah Persegres Gresik.

 

“Anak-anak bermain bagus, hasil ini menjadi modal yang postif bagi tim untuk melakoni laga selanjutnya. Meski sebenarnya dalam pertandingan tadi kami hanya bermain dengan 10 pemain,” tutur Yusni saat konfrensi pers.