Vico Indonesia bersama jurnalis senior Kaltim.

Vico Indonesia bersama jurnalis senior Kaltim.

Balikpapan –

Pemerintah Kota Balikpapan Kalimantan Timur memperkirakan blok Kutai Basin menyimpan potensi coal bed methane (CBM) hingga 30 tahun kedepan. Blok Kutai Basin berada di dua kota yaitu Balikpapan dan Kutai Kartanegara.   “Kandungan CBM di Kutai Basin bisa hingga puluhan tahun,” kata Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Balikpapan, Suryanto, Rabu (29/5). Perusahaan migas asing Vico Indonesia adalah pemegang konsesi pengelolaan Blok Kutai Basin. Perusahaan asal Amerika Serikat ini sedang melakukan proses eksplorasi pengangkatan kandungan CBM Blok Kutai Basin. Suryanto mengungkapkan ada sejumlah kajian yang menyebutkan kandungan CBM Kutai Basin mencapai 84 MMSCFD. Eksploitasi kandungan CBM bisa dilakukan di Balikpapan dan Kutai Kartanegara.   Pemkot Balikapapan sudah menerbitkan izin kepada PT Virginia Indonesia Company (VICO) untuk proses eksplorasi. Izin diterbitkan berupa Uji Kelayakan Lingkungan (UKL) dan Uji Pengolahan Lingkungan (UPL).   Suryanyo mengatakan eksplorasi pencarian CBM memakan waktu 3 hingga 5 tahun kedepan. VICO sendiri sejak awal sudah optimis akan potensi CBM di Kutai Basin.   Sesuai kesepakatan, Suryanto mengatakan Pemkot Balikpapan akan punya hak pengelolaan 25 persen potensi CBM Kutai Basin. CBM akan dimanfaatkan PT. Perusahaan Listrik Negara (PLN) untuk kebutuhan energy listrik di Balikpapan.   Kota Balikpapan memang defisit listrik hingga belasan MW setiap harinya. Pembangkit listrik tenaga gas milik PLN kesulitan memperoleh pasokannya dari perusahaan migas Kaltim. Saat ini sedang dilakukan pembahasan skema kerjasama bersama antara VICO Indonesia, Balikpapan dan Kutai Kartanegara. Tujuan utama adalah kesejahteraan masyarakat di Balikpapan dan Kutai Kartanegara.