Angka tersebut berdasarkan hasil survei kebutuhan hidup layak (KHL), untuk satu orang di Balikpapan bisa mencapai RP 1,8 juta per bulan. Dengan upah minimum kota (UMK) 2012 mencapai Rp1,250 juta.

“Biaya hidup tersebut, dapat dikategorikan bahwa Balikpapan tidak hanya mencatat angka tertinggi untuk biaya hidup di Kaltim, juga sebagai kota rmahal di Indonesia,” kata Ariyanti Kasi Sosial BPS Balikpapan.

Menurutnya, penyebab terbesar tingginya biaya hidup di Balikpapan adalah faktor inflasi yang cukup tinggi, jika diakumulasikan dalam 9 bulan terakhir dan biaya pendidikan yang tergolong mahal

“Dari survey dan pengumpulan data yang kami lakukan memang, sejumlah kepala keluarga ada yang mengeluhkan tingginya biaya hidup di Kota Balikpapan. Meski memang tidak semua dan hanya sebagian,” tuturnya.

Mengenai naik turunnya harga di sembako dan harga di pasar pasar tradisional, masih dianggap dalam kategori yang normal. Karena sepanjang Maret 2012 di Balikpapan inflasi hanya 0,25 persen. Kelompok bahan makanan, 0,68 persen, makanan jadi terjadi kenaikkan 0,48 persen.

Pencarian Populer:

biaya hidup di balikpapan, biaya hidup di balikpapan 2014, biaya hidup di kalimantan, biaya hidup di balikpapan 2015, kehidupan di balikpapan