Jumlah tersebut diakuinya cukup besar, karena itu kata Suryanto, untuk menghemat anggaran dalam jangka panjang Pemkot Balikpapan akan membangun gedung diklat lengkap dengan asramanya.

“Kan tidak rugi kita bangun diklat, memang agak mahal tapi untuk jangka panjang bangus SDM justru kita untung,” ucapnya.

Dikatakan Suryanto, ada lima lokasi alternative untuk pembangunan gedung diklat tersebut. “sebenarnya ada 5 alternative lokasi pembangunannya, yang saya tahu di sekitar waduk Manggar, kawasan Somber dan sekitar lapangan Tenis Manuntung,” terangnya..

Dari altenatif lokasi yang ada Suryanto menilai yang lokasi yang cocok ada di kawasan lapangan tenis telagasari. “ Idealnya lahan minimal 3 hektar. Lokasinya dekat dengan pusat kota. Nanti gedung ini bisa sekalian digunakan untuk acara perkawainan, bisa kita sewakan,” katanya.

Tahun ini tambah Suryanto akan dilakukan studi kelayakan di sejumlah lahan yang ada. “ Tahun depan kita alokasikan DEDnya, setelah itu tahun berikutnya kita bangun gedung bersama penginapan. Jadi peserta tidak pulang saat diklat bisa nginap,” katanya.

Hingga kini di Kaltim, belum ada satupun kota/kabupaten yang memiliki gedung diklat. “Baru provinsi saja yang punya,” pungkasnya.