Kantor Bea Cukai BalikpapanBalikpapan –

Kantor Bea Cukai A2 Balikpapan Kalimantan Timur memusnahkan 2.042 ball pakaian bekas selundupan dari Malaysia senilai Rp 7 miliar. Barang bukti ini adalah hasil operasi gabungan Gurita Bakorkamla pada 30 Agustu 2009 di perairan laut Kalimantan Selatan.

“Setelah dapat persetujuan dari Menteri Keuangan akhirnya kami musnahkan,” kata Kepala Kantor Bea Cukai A2 Balikpapan, Djanurindo, Rabu (26/6).

Djanurindo mengatakan muatan pakaian barang bekas ini melanggar Undang Undang Kepabeaanan yang telah merugikan keuangan Negara. Pemiliknya telah menyalahi ketentuan dan aturan ekspor/impor sehubungan keluar masuknya produk bernilai ekonomis.

“Karena keberadaanya akan mempengaruhi industry dalam negeri,” ujarnya.

Selain itu, Djanurindo berpendapat pakaian bekas ini di Negara asalnya hanyalah sampah yang sudah tidak layak dikenakan pemiliknya. Keberadaanya tentunya dikhawatirkan membawa dampak kesehatan bagi penggunanya.

“Ini seperti sampah di Negara asalnya, tidak sepantasnya kita mengenakan sesuatu yang seperti itu. Disamping juga ada permasalahan penyakit didalamnya,” paparnya.

Kronologisnya saat kapal KN Alugara P-114 memeriksa Kapal KLM Berkat Salwa yang membawa ribuan pakaian bekas dari Malaysia. Kapal berikut ABK warga Negara Indonesia kemudian diserahkan pada Kantor Bea Cukai di Balikpapan.

“Kapalnya masih ada di Pelabuhan Semayang Balikpapan,” ujarnya.

Pada kesempatan itu, Kantor Bea Cukai Balikpapan turut memusnahkan 874.648 batang rokok berbagai merk yang tidak dilengkapi pita cukai. Rokok produksi di Jawa Timur ini dianggap merugikan Negara hingga Rp 500 juta.

“Operasi penindakan dilaksanakan di Balikpapan dan Banjarmasin pada rentang waktu 2011 hingga 2012 lalu,” paparnya.

Sehubungan dua kasus ini, Bea Cukai menutup penyidikannya disebabkan tidak ditemukan pelaku yang dianggap bertanggung jawab. Barang bukti selanjutnya dilakukan pemusnahan di Balikpapan.