Persiba seleksi pemainNewsBalikpapan –

Klub klub Liga Super Indonesia dilarang memperoleh alokasi anggaran daerah dalam pembiayaan operasional kompetisi hingga kontrak pemain. Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendy punya siasat jitu dan legal untuk membantu kesebelasan di kotanya agar tetap mampu berkiprah dalam kompetisi negeri ini.

“Kami pesan 500 kaos (jersey) tim Persiba. Artinya kami perduli kelangsungan Persiba,” katanya di Balikpapan, Jumat (13/2/2015).

Pecinta bola sepak Kota Balikpapan punya klub Persiba Balikpapan yang berkiprah di kompetisi LSI. Tim berjuluk ‘Beruang Madu’ ini menjadi salah satu tim yang mengalami kesulitan keuangan dalam pembiayaan operasionalnya.

Rizal mengatakan pemerintah daerah Balikpapan sudah tidak lagi mengalokasikan anggaran pembiayaan tim Persiba. Kementerian Dalam Negeri secara tegas melarang penggunaan kas daerah untuk pembiayaan tim olahraga.

Namun demikian, Rizal berpendapat manajemen Persiba bisa menggalang dukungan dari warga Balikpapan. Pemerintah Kota Balikpapan, menurutnya sudah menghimbau pada pegawai negeri sipil (PNS) di lingkungannya agar berpartisipasi aktif membeli jersey asli Persiba.

“PNS Balikpapan ada 3 ribu orang, Bila mereka membeli jersey akan membantu kelangsungan tim,” paparnya.

“Demikian pula seluruh masyarakat Balikpapan lainnya,” imbuhnya.

Ketua Umum Persiba, Syahrir Taher mengakui sulitnya mencari sponsor yang bersedia membantu kelangsungan timnya saat ini. Persiba setidaknya membutuhkan dana hingga Rp 18 miliar guna pembiayaan operasional tim maupun kontrak pemain.

“Memang butuh dana besar untuk mengelola klub,” tuturnya.

Persiba hanya mempunyai satu perusahaan sponsor langganan yaitu Bankaltim yang memasang logonya di jersey tim. Bankaltim meningkatkan dana sponsornya dari hanya Rp 500 juta hingga Rp 1miliar pada tahun ini.

“Kami tingkatkan terus sponsornya,” ujar Direktur Bank Kaltim,  Zainuddin Fanani.