Perwakilan PT Sentra Graha Indah Herman Oslan mengatakan potensi Balikpapan sebagai gerbang Kalimantan Timur menjadikan pihaknya tertarik menggandeng Swiss-Belhotel International untuk mengoperasikan Swiss-BelInn Balikpapan yang mendapatkan predikat bintang tiga.

“Potensi pendatang yang cukup besar yang menjadikan alasan kami masuk dalam bisnis ini,” ujarnya dalam Soft Opening Swiss-BelInn Balikpapan Kamis (12/1).

Menurutnya, pendatang yang umumnya merupakan pebisnis tentu akan meningkatkan permintaan akan hunian sementara. Selain itu, pendapatan daerah yang cukup besar juga menjadi tanda masih besarnya peluang bisnis ini.

“Peluang tersebut merupakan kue bisnis yang masih bisa ditangkap untuk mengembangkanbisnis perhotelan di Balikpapan,” terangnya.

Sementara itu General Manager Swiss-BelInn Balikpapan Dedik Abdillah mengakui persaingan bisnis perhotelan di Balikpapan sudah cukup ketat yang ditandai dengan promo yang gencar dilakukan oleh beberapa hotel yang sudah ada.

Kendati demikian, dirinya percaya bahwa potensi bisnis perhotelan di Kota Minyak masih cukup luas. Karena baru beroperasi di awal tahun, Dedik menargetkan tingkat okupansi sepanjang 2012 bisa mencapai 52%.

Dedik berpendapat angka tersebut merupakan angka realistis target yang bisa dicapai pada tahun ini. Dia mengungkapkan pasar utama yang akan disasar oleh pihaknya adalah pebisnis yang sedang melakukan perjalanan di Balikpapan. Oleh karena itu, fasilitas yang disediakan pihaknya berorientasi pada prinsip minimalis.

Sementara itu, Senior Vice President Operations and Development for Indonesia, Malaysia and Vietnam Swiss-Belhotel International Emmanuel Gillard mengatakan pihaknya akan meresmikan 10 hotel yang akan beroperasi pada 2012. “Sementara 2013 ada sekitar 11 hotel lagi yang akan diresmikan di Indonesia,” ujarnya.

Selain Swiss-BelInn Balikpapan, Gillard menambahkan akan meresmikan satu kondotel dalam waktu dekat di Balikpapan. Beberapa daerah lain di Indonesia seperti Surabaya dan Papua juga akan menjadi lokasi investasi Swiss-BelInternational.

Ia menambahkan, sejauh ini potensi Indonesia cukup besar dalam bisnis perhotelan karena  40% dari 78 hotel Grup Swiss-Bell International di seluruh dunia berada di negara ini.