Menurut Rizal, masalah sampah menjadi bagian penting bagi seluruh elemen masyarakat Kota Balikpapan. Sebab dalam undang-undang, sampah tidak lagi harus dibakar dan dibuang tapi seharusnya dapat dimanfaatkan.

“Kalau dibakar jelas timbulkan polusi, dibuang jelas lingkungan menjadi jorok dan kotor apalagi dibuang disungai,” ucapnya.

Untuk tetap menjaga kebersihan Kota, Rizal meminta lurah dan camat untuk mengawal berjalannya bank sampah yang baru diresmikan termasuk mengajak juga partisipasi masyarakat untuk ikut menjadi nasabah (sampah).

“Karena dapat mengurangi sampah yang kita hasilkan,” kata Rizal yang mengaku menjadi nasabah bank sampah .

Disamping itu kata Rizal, jauh lebih penting adalah mengajak generasi muda sejak dini untuk belajar dan memahami kebersihan. “Ini harus dilatih dan ditanamkan dikeluarga bagi anak-anak kecil. Saya terkesan sekali saat ada anak usia 3 tahun di acara Pemkot dia bolak balik ternyata dia mencari tempat sampah untuk membuang bungkusan makanan,” imbuhnya.

Dalam peresmian bank sampah wijaya Kusumah juga telah dibentuk pengurus bank sampah dan seorang direktur Bank sampah membawahi lima kecamatan di Balikpapan. “Selamat kepada pak Narto sebagai Direktur, mudah-mudahan kalau berhasil nanti masuk surga,” tukasnya.

RT 34 kelurahan gung sari Ilir menjadi pilot projet bank sampah dilima kecamatan bekerjasama dengan Unilever. “ kami benar-benar bekerja tanpa di gaji. Mudah-mudahan ini juga akan memberikan manfaat bagi masyarakat bagi dari sisi lingkungan maupun ekonomis,” ujar Direktur Bank Sampah Wijaya Kusumah RT 34 Sunarto.

Pada peresmian kemarin juga dihadiri oleh Sales Manager Unilever Area Kaltim Dwi Julianto, Ketua KNPI kota Andi Arief Agung yang memberikan bantuan prasaran bank sampah, serta camat Balikpapan Murti Sari dewi
serta sejumlah lurah. Pada kesempatan itu Walikota menyerahkan sertifikat bank sampah kepada lima pengurus Bank sampah di lima kecamatan diantaranya RT 36 Klandasan Ulu,  Rt34 GSI, RT 11 Manggar Baru. Peresmian juga dimeriahkan oleh reog.