NewsBalikpapan –

Pemerintah Kota Balikpapan menerbitkan peraturan wali kota soal larangan penggunaan kantong plastik di seluruh pasar modern setempat. Pemerintah daerah sedang gencar mensosialisasikan pelaksanaan aturan yang resmi diberlakukan semasa 3 bulan kedepan.

“Perwali soal aturan larangan penggunaan kantong plastik diterbitkan 3 April dan berlaku 3 Juli mendatang,” kata Kepala Dinas Lingkungan Hidup Balikpapan, Suryanto, Jumat (6/7).

Suryanto mengatakan, pemda sejak dua tahun terakhir gencar mengkampanyekan pengurangan penggunaan kantong plastik di masyarakat. Balikpapan bahkan kala itu sempat pula menerbitkan perwali serupa soal larangan kantong plastik yang gagal diaplikasikan ke masyarakat.

“Perwali Balikpapan pertama gagal dan tidak berhasil di masyarakat,” keluhnya.

Balikpapan menerapkan kebijakan larangan atau pembatasan penggunaan kantong plastik bagi pusat perbelanjaan sejak bulan Februari 2016 silam.  Kebijakan ini juga merujuk pada surat Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Kala itu, Pemkot Balikpapan meminta warganya mengurangi penggunaan kantong plastik di seluruh modern setempat. Namun penggunaan kantong plastik masih diperkenankan dimana hanya dikenakan biaya Rp 1.500 hingga Rp 5 ribu per lembarnya.  Walhasil, larangan kantong plastik gagal di Balikpapan.

“Aturan ini sulit diberlakukan mengingat aturan dari pusat hanya dikenakan biaya Rp 200 per lembar. Retail sulit untuk memberlakukan di Balikpapan,” keluhnya.

Kini, Pemkot Balikpapan bertindak tegas melarang penggunaan kantong plastik di seluruh retail modern yang jumlahnya sebanyak 120 unit. Larangan kantong plastik di retail modern dinyakini mampu menekan beban sampah sebanyak 30 ton hingga 40 ton per bulannya.

“Kami asumsikan setiap retail di Balikpapan menghasilkan sampah plastik sebanyak 100 hingga 500 kilogram per bulannya. Seluruh retail Balikpapan diperkirakan sebanyak 30 hingga 40 ton per bulannya,” paparnya.

Suryanto mengatakan, pemberlakukan kebijakan ini sudah signifikan menekan laju sampah di Balikpapan yang sudah mencapai 550 ton per harinya. Beban sampah ini, menurutnya didominasi sampah berbahan baku terbuat dari plastik.

Suryanto menggandeng segenap komunitas lingkungan turut mengkampanyekan penggunaan kantong belanja ramah lingkungan. Sosialisasi seluruh unsur masyarakat sangat membantu mempercepat keperdulian masyarakat akan lingkungan.

Suryanto mengatakan aturan ini dimaksutkan merubah pola pikir masyarakat pentingnya lingkungan di masa mendatang. Keberadaan kantong plastik hanya berdampak negative terhadap kelangsungan lingkungan.

Saat ini, Suryanto menyatakan aparat daerah akan bertindak tegas memantau larangan penggunaan kantong plastik di seluruh pasar modern Balikpapan. Layanan retail kedapatan menyalahi aturan, katanya akan memperoleh teguran hingga ancaman pencabutan izin usaha di Balikpapan.

“Aturannya harus tegas dilaksanakan aparat Balikpapan,” tuturnya menerangkan aturan yang belum diberlakukan bagi pasar tradisional setempat.

“Masih kami rumuskan aturannya di pasar tradisional.”

Pemkot Balikpapan memang serius soal pengurangan sampah di tempat pembuangan sampah (TPA). Semasa dua tahun lalu, Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi menyurati empat pasar modern besar  guna mengurangi penggunaan kantong plastik.

Kala itu, ia mengklaim respon masyarakat cukup positif dimana pengggunaan kantong plastik dibebani biaya extra sebesar Rp 5 ribu per lembarnya.

“Kami secara resmi sudah meminta empat pasar modern swalayan Balikpapan agar tidak mempergunakan kantong plastik bagi pelanggan,” ujarnya.

Agar hemat, Rizal bahkan menghimbau warganya membawa kantong belanja sendiri acap kali ke pasar tradisional maupun modern. Menurutnya, masyarakat Balikpapan harus mencontoh kebiasaan positif luar negeri yang membiasakan diri pemanfaatan kantong bahan organik.

Rizal optimis kebijakan pemerintah ini mampu menekan volume sampah Balikpapan yang cukup memprihatinkan. Setiap harinya, truk sampah Balikpapan mengangkut sampah ke TPA  Manggar berasal dari sampah pasar, perusahaan dan rumah tangga.

Sementara ini, Dinas Perdagangan Balikpapan gencar mensosialisasikan pemberlakuan aturan ini ke seluruh pasar tradisional setempat. Pemda juga mencari solusi terkait adanya penolakkan pedagang pasar tradisonal atas larangan penggunaan kantong plastik.

“Kami akan melakukan pertemuan dengan sejumlah perwakilan pedagang Balikpapan,” kata Kepala Dinas Perdagangan, M Saufan.

Pemkot Balikpapan sudah menyiapkan tas kantong kertas menggantikan kantong plastik bagi pedagang tradisional. Penggunaan kantong kertas menjadi solusi cerdas mengingat penggunaan bahan bakunya bisa di daur ulang.

Meski begitu, Saufan memastikan penerapan aturan diberlakukan menunggu kesepakatan pedagang di Balikpapan. Pertemuan diantara kedua pihak mempercepat kesepakatan pemberlakuan perwali soal larangan kantong sampah ini.

Aturan baru soal kantong plastik ini dinyakini memperoleh banyak tentangan dari banyak pihak. Pemerintah harus kompak mendorong pemberlakuan kebijakan soal sampah.

“Sudah kita bayangkan dan antisipasi akan ada pertentangan di kebijakan larangan menggunakan kantong plastic itu, tapi kita jalan terus,” tegas Kepala Pusat Pengendalian Pembangunan Ekoregion (P3E) Kalimantan, Tri Bangun Laksono.

Laksono menyatakan, pemerintah daerah harus bertindak menekan angka pertumbuhan penggunaan kantong plastik di masyarakat. Ia mencatat, setidaknya terdapat 30 ton per hari sampah plastik yang diangkut ke TPA Manggar.

“Itu baru kantong plastik dari ritel modern, belum dari pasar-pasar tradisional. Sehingga sosialisasi, tidak bisa tidak, harus terus digencarkan,” ujarnya.

Salah satu perusahaan BUMN, PLN turut membantu sosialisasi perwali ini dengan membagikan ratusan tas belanja non plastik secara gratis ke sejumlah pasar modern Balikpapan. Warga antusias menerima pembagian kantong belanja ini yang diserahkan langsung Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendi, Kepala P3E Kalimantan Tri Bangun Laksono dan pejabat PLN Kalimantan Timur – Utara.

“Manfaatnya seperti mencegah terjadinya banjir yang biasa disebabkan oleh sampah plastik yang menyumbat saluran air dan lain sebagainya,” kata Deputi Manager Hukum dan Humas PLN, Wijayanto Nugroho.

Lantaran itu, PLN sudah menyiapkan 1 ribu kantong belanja non plastik yang rencananya dibagi ke sejumlah kota/kabupaten di Kaltim. Wijayanto berharap semangat penyelamatan lingkungan ini juga mampu dimiliki masyarakat lain di luar kota Balikpapan.

“Kami akan bagikan kembali seribu kantong non plastik kepada warga di kota-kota lain seperti Samarinda dan Bontang,” paparnya.

Salah satu toko di Karang Rejo Balikpapan, Grosir Ujung Pandang sudah lama memberlakukan penggunaan kantong kertas bagi pelanggannya. Toko menerapkan kebijakan ini sejak 20 tahun silam tanpa tekanan dari pemda setempat.

“Hanya barang barang belanja kecil yang masih mempergunakan kantong plastik ukuran kecil,” tutur salah seorang  pelayan.