Catatan yang digarisbawahi oleh tim penilaian WTN diantaranya disiplin pengguna jalan yang masih ugal-ugalan. Parker kendraan atau berhenti di garis penyebarangan, parker kendaraan ditanda larangan parker. “ Ada juga ditemukan rambu yang kabur seperti tanda penyeberangan anak sekolah,”katanya.

Selain itu ditemukan marka zebra cross yang terkelupas, termasuk adanya marka jalan yang tidak dibuat lagi setelah dilakukan peninggian lapisan aspal (overlay). “Kedepan memang ini harus disiapkan anggaran untuk pembuatan marka jalan bagi jalan-jalan yang dioverlay,” tandas Ali.

Tim WTN juga menyoroti keberadaan trotoar di lintasan penyeberangan yang seharusnya posisinya sejajar dengan ruas jalan. “ Supaya kita benar-benar perhatikan keselamatan pengguna jalan.  Pejalan kaki tidak kesandung saat menyebrang ,”tambah Ali.

Ali menegaskanpPencapaian WTN bukan merupakan tujuan akhir namun merupakan alat pencapaian bagaimana perbaikan dan pembenahan penerapan system lalulintas dan transporatasi angkutan masal dapat berjalan baik dimasa yang akan datang.

“ Lalulintasnya aman dan nyaman dan tertib sehingga  dari sisi kesalamatan meningkat.  Rencananya Tahun 2012 kita akan lebih singkronkan SAUM  satu koridor, termasuk perbaikan sarana dan prasarana termasuk peningkatan terminal dari tipe b ke tipe a,” tandasnya.

broken links test .