Rizal Effendy kunjungi Lapas BalikpapanNewsBalikpapan –
Pemerintah Kota Balikpapan Kalimantan Timur menggandeng swasta dalam mengatasi krisis air minum bagi 700 ribu warganya. Perusahaan lokal ini berencana menanamkan investasi pengolahan air laut menjadi sumber air minum bagi masyarakat Balikpapan.
“Ada swasta yang ingin membangun instalasi pengolahan air laut menjadi air minum,” kata Wali Kota Balikpapan, Rizal Effendy, Selasa (5/1).
Rizal mengatakan perusahaan ini nantinya membangun instalasi pengolahan air laut kapasitas produksi 50 liter per detiknya. Mereka nantinya menjual air olahan ini seharga Rp 15 ribu per kubiknya bekerja sama dengan Pemkot Balikpapan.
“Harganya masih masuk dalam hitungan kami. PDAM Balikpapan menjual air seharga Rp 8 ribu per kubiknya sehingga nanti akan kami pikirkan sisa beda harganya,” paparnya.
Adanya instalasi pengolahan air laut ini, kata Rizal menjadi kabar yang positif bagi warga Balikpapan yang memiliki fasilitas sungai di wilayahnya. Selama ini warganya hanya mengandalkan penampungan air hujan di lokasi Waduk Manggar yang kapasitas menyusut setiap musim kemarau.
Direktur Utama PDAM Balikpapan, Haidir Effendy mengatakan instalasi pengolahan air laut ini menjadi solusi jangan pendek penanganan air bersih setempat. PDAM Balikpapan sudah berkomitmen membeli seluruh hasil produksi instalasi pengolahan air laut dari pihak swasta ini.
“Nanti harga jualnya akan kami berikan subsidi sehingga tidak memberatkan masyarakat,” tuturnya.
Adanya tambahan pasokan air ini, menurut Haidir setidaknya mampu mengurangi jumlah pelanggan warga yang belum terlayani suplai air PDAM Balikpapan. Saat ini daftar tunggu pelanggan PDAM Balikpapan mencapai 90 ribu jiwa yang terus meningkat setiap tahunnya.
Haidir mengatakan permasalahan krisis air bisa teratasi saat ada realisasi pipanisasi air baku dari Kutai Kartanegara dan Penajam Paser Utara ke Balikpapan. Sistim pipanisasi air baku ini menjadi proyek jangka panjang penanganan krisis air Balikpapan serta membutuhkan anggaran yang besar.
“Selain juga kami akan membangun Waduk Teritip untuk menunjang keberadaan Waduk Manggar sebagai sumber air baku satu satunya bagi PDAM Balikpapan,” ungkapnya.
Krisis air minum menjadi permasalahan klasik Balikpapan yang terjadi setiap musim kemarau. Waduk Manggar dianggap sudah tidak mencukupi untuk memenuhi kebutuhan air bersih bagi masyarakat Balikpapan.