Pertamina TanjungNewsBalikpapan –

Pemerintah Kota Balikpapan Kalimantan Timur meminta Vico Indonesia mengkorting harga gas dalam kerjasama dengan suplay listrik daerah. Amerika Serikat diminta membantu terealisasi kerjasama antara Pemkot Balikpapan dan Vico Indonesia.

“Kami sampaikan permasalahan itu saat Duta Besar Amerika Serikat untuk Indonesia berkunjung di Balikpapan,” kata Kabag Humas Pemkot Balikpapan, Sudirman Djayaleksana, Sabtu (25/1).

Sudirman mengatakan belum ada kesepahaman soal penetapan harga gas yang nantinya disuplay ke pembangkit listrik di Lamaru. Vico meminta harga USD 10 per Million Metric British Thermal Unit (MMBTU) yang mampu dibayar USD 4,6 MMBTU oleh Balikpapan.

“Inilah yang memibuat hingga hampir dua tahun belum ada kata sepakat,” paparnya.

Hal ini wajar mengingat umur produktif sumur diprediksi hanya 5 tahun. Hitungannya kalau gas dibeli dengan USD 4,6 per MMBTU, sama dengan sekitar Rp 400 untuk biaya gas per Kilowatt Hour (kWh) listrik.

“Apalagi Karena gas tersebut untuk kebutuhan listrik masyarakat Balikpapan,” papar Sudirman.

Karenanya kini Wali Kota Balikpapan Rizal Effendi sedang melobi Pemerintah Amerika Serikat melalui Duta Besarnya di Indonesia agar memfasilitas dengan VICO, sehingga harapannya harga yang ditawarkan VICO sesuai kemampuan Pemkot Balikpapan.

“Wali kota sudah bertemu dengan nggota tim regional Liaison officer (LO) kedutaan besar Amerika Serikat untuk indonesia, Shari Ulery, ketika mengunjungi Balikpapan,” ujarnya.

Diperkirakan pengelolaan gas Lamaru mampu memenuhi kebutuhan listrik sampai 5.000 pelanggan. “Karena kan memang nantinya dikelola sama Perusada untuk kepentingan listrik khususnya bagi masyarakat di wilayah Balikpapan Timur,” ujarnya.

Pemkot Balikpapan hanya menginvestasikan dana sekitar Rp 60 milliar untuk mengelola sumur gas tua milik VICO itu.  Dana puluhan miliar itu digunakan untuk membangun jaringan gas hingga ke lokasi Pembangkit Listrik Tenaga Gas milik PLN.

Pemkot Balikpapan sejauh ini sudah mengkaji potensi gas sumur Lamaru yang diperkirakan sebanyak 1,4 MSCF. Gas Lamaru diharapkan mampu menghasilkan 4 MW daya listrik selama 3 hingga 4 tahun.