“Konsentarasi di kawasan Manggar dekat pelabuhan, itu betul betul kental dengan nuansa nelayan sehingga selain bisa meningkat kehidupan nelayan juga menjadi salah satu obyek wisata nelayan bagi masyarakat,” katanya.

Konsep ini kata Chaedar merupakan pemikiran dari kota akan dikembangkan oleh pemkot bersama provinsi Kaltim yang nantinya pembenahan kawasan akan melibatkan anggaran APBD melalui Kementerian terkait.

“Misalnya pembenahan pelabuhan bisa libatkan Kemenhub mungkin bisa jadi pelabuhan Nusantara.  Atau dengan lokasi pelelang ikan bisa kita minta bantuan dari Kementerian keluatan dan perikanan,” ujarnya.

Nantinya itu lanjut Chaedar menjadi kota kecil didalam kota yang tersedia segala sesuatunya terkait dengan pengembangan potensi nelayan dan perikanan. “ FS sudah ada, DED lagi disiapkan. Misalnya kita lihat bagaiman pengembangan pemukiman nelayan yang sekarang masih terkesan kumuh. Dari DED yang ada kita tawarkan kepada Kementerian Perumahan terkait  program dia dalam penataan kawasan pemukiman kumuh,” jelasnya.

Di Balikpapan berdasarkan data DTKP jumlah nelayan Balikpapan sekitar 5000 keluarga nelayan. Tiga ribu nelayannya berada di kawasan Manggar. Panjang pesisir pantai dari ujung Kariangau hingga Tritip sekitar 85 kilometer.  Sedangkan panjang perbatasan dengan Selata Makasar sekitar 40 kilometer.

“Penggunaan pesisirnya bervariasi baik perdagangan, pembangunan, pariwisata. Di daerah timur lebih banyak dimanfaatkan untuk pengembangan perikanan khususnya perikanan budidaya laut. Di RTRW kita sudah kita tetapkan kawasan Industri berada di Kariangau kawasan Balikpapan Utara,” terangnya.