“Ya kita dapat Rp5 miliar dari provinsi.  Pembentukan chek point untuk mengatisipasi masuknya  virus flu burung ke Balikpapan yang kini menyerang beberapa daerah di Indonesia,” kata Kepala DPKP Chaedar.

Di Kaltim terutama di Kota Balikpapan sampai saat ini belum menemukan adanya  unggas atau masyarakat yang terserang virus H5N1 atau flu burung tersebut . “ Tapi kita tetap mewaspadi penyebaran virus yang di tularkan oleh unggas tersebut ,” ujarnya.

Saat ini DPKP masih memiliki vaksin unggas  yang merupakan sisa vaksin penanganan flu burung tahun lalu. Nantinya vaksin tersebut akan digunakan ketika terjadi kasus flu burung di Balikpapan,  sesuai petunjuk pemerintah pusat.

“Kita masih ada vaksin tapi tidak banyak. Jumlahnya kurang hapal, vaksin itu hanya diberikan kepada daerah yang terkena serangan penyebaran virus. Kan ada aturan kemenkes soal cara pakainya vaksin ini tidak boleh digunakan didaerah yang tidak terserang. Khawatirnya nanti vaksin ini yang berkembang menjadi sumber perkembangan virusnya,” jelasnya.

Karena itu untuk mencegah terjadinya penyebaran virus, DPKP melalui tim di lapangan melakukan pemantauan bahkan melakukan sweeping unggas. “Kita masih lakukan pemantau di masyarakat termasuk masih gencarkan sweeping unggas terkait mulai merebaknya kembali wabah flu burung di sejumlah daerah,” tandasnya.