Namun kendala yang dihadapi dalam program sanitasi itu sulitnya mencari lahan kosong. Karenanya program sanitasi lingkungan tersebut baru satu kegiatan yang diprogramkan.

“Misalnya untuk buat IPAL masyarakat. Kan butuh lahan tapi itu sulit sekali. Kayak perumahan disamping Aston kita gunakan lahan satu kavling untuk buat sepictank kita beli tanah itu, karena mereka masyarakat nggak mau dikorbankan jalanya,”ucapnya.

Tahun ini sebenarnya program sanitasi lingkungan sudah dikerjakan di Kelurahan Damai yakni dilakukan perbaikan system  pemipaan sehingga saat terjadi banjir, air bersih dibaeah kebawah.

“Di Damai di hulunya dibawahnya Al Furqon itu kita lakukan perbaikan system pemipaan. Sasaran sanitasi yang dilembah itu karena sepictank masih ada yang tradisional,” terangnya.

Program prebaikan sanitasi pemukiman sebenarnya kata Herry nanti harus
berangkat dari swadaya masyarakat untuk melakukan pembenahan
lingkungan tempat tinggal.

“Pemerintah itu hanya sebagai langkah awal untuk memancing minat masyarakat perbaiki lingkungan, masyarakatnya minat nggak. Karena setelah itu, dikembalikan kemasyarakat untuk melanjutkan dan melakukan pemeliharaan,” tukasnya.

Ia menambahkan, Pemkot Balikpapan telah menyusun  buku putih strategi sanitasi kota. dalam buku itu disebutkan  12 kelurahan terdapat pemukiman kumuh atau rawan persoalan sanitasi, terutama mereka yang berada dikawasan pesisir pantai.