“Jadi untuk menghindari terjadi penyebaran virus. Itu kan rawan sekali ditengah berkumpulnya orang-orang pada hari minggu,” kilah Kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikpapan Dyah Muryani didampingi Kabid Kehewanan Dinas Pertanian Perkebunan Kelautan dan Perikanan (DPKP) Kota Balikpapan dr Hewan Budijanto, Rabu (28/3).

Meski demikian DKK maupun DPKP kata  Dyah, memiliki kewenangan untuk mengusir kegiatan itu. “Kan ada Satpol PP jadi kita kordinasikan dan serahkan kepada Satpol PP,” ujarnya.

Sebelum dilakukan penertiban, pihaknya bersama DPKP sudah menemui komunitas ayam Ketawa itu. “Mereka sudah kita temui kita beri pemahaman soal itu kan takut kalau itu bisa menyebar virusnya ke masyarakat. Memang itu ada komunitasnya. Mereka tidak jualan disitu
tapi bisa pesan kalau ada yang berminat,” timpal dr Hewan Budijanto.

Diakui Budijanto, keberadaan ayam ketawa ini sudah mulai muncul disejumlah pasar seperti pasar Klandasan. Di Balikpapan ini sudah mulai terbentuk komunitas ini sehingga jika ada kegiatan darikomunitas sebaiknya dilakukan bukan ditempat umum yang tengah
beraktivitas.

“kita arahkan kalau mau di pasar burung Sepinggan. Itu memang kita siapkan bagi peminat atau komunitas unggas termasuk proses jual belinya,” tandasnya.