Inovasi pengembangan pemanfaatan biogas dari kotoran sapi kata Chaedar sangat bergantung pada teknolog pengolahan pakan ternak yang berasal dari limbah industri tempe-tahu dan limbah kepala sawit. “ Sehingga pengembangan ternak tidak perlu lagi mengandalkan areal yang luas,” terangnya.

Di Kota Balikpapan per bulan kebutuhan sapi potong mencapai angka 9000 ekor pertahunya mencapai lebih dari 100 ribu ekor. “ Dulu untuk pengembangan sapi memerlukan areal yang luas, sekarang tidak lagi karena sudah ada teknologi pengolahan pakan sapi,” ucapnya.

“Kalau inovasi ini berkembang maka pemanfaatan biogas untuk kepentingan energy bagi masyarakat sekitar sebagai bahan untuk memasak, penerangan lampu, untuk meningkatkan temparetur lingkungan kandang dapat dipenuhi,” sambungnya.

Namun lagi-lagi masalah pendanaan menjadi kendala utama pengembangan dan pemanfaatan kotoran sapi menjadi biogas. “Kita lagi cari pendanaan baik dari dalam sendiri maupun provinsi dan APBN,” katanya.