Nyamuk DBDBalikpapan –

Pemerintah Kota Balikpapan Kalimantan Timur mengumumkan hingga April tercatat dua bayi tewas akibat penyakit demam berdarah dengue (DBD). Mereka ini masih berusia antara 8 hingga 18 bulan terjangkit penyakit ini.

“Sampai dengan April bulan ini sudah ada dua yang masih berusia bayi yang meninggal karena disebabkan DBD,” kata kepala Dinas Kesehatan Kota (DKK) Balikipapan, Dyah Muryani, Jumat (12/4).

Dyah mengatakan korban akibat penyakit DBD mengalami peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya yang tercatat 1 korban tewas terjangkit penyakit ini. Penderitanya juga sudah mencapai 350 orang memasuki bulan April ini.

“Jumlah tersebut, diperkirakan akan lebih banyak dari tahun lalu, yakni dalam setahun sekitar 1.000 lebih penderita,” paparnya.

“Jadi kemungkinanjumlah untuk tahun ini bisa saja meningkat jika masyarakat tidak waspada,” imbuhnya.

Dua daerah yang penyebaran DBD terbanyak, khususnya wilayah Balikpapan Utara dan Balikpapan Kota. “Penyebabnya karena cuaca yang memang tidak menentu hingga kini kadang hujan termasuk juga prilaku masyarakat,” ucapnya.

Dijelaskannya, sebagia langkah pencegahan penyebaran DBD, kata Dyah, yang harus dilakukan masyarakat yakni 3-M, yaitu mengubur, menutup, dan menguras. “Cara itu yang paling efektif untuk mencegah DBD,” ujarnya.

Karena cuaca yang tidak menentu di Kota Balikpapan dalam beberapa bulan terakhir, membuat jentik nyamuk semakin banyak, khususnya pada genangan-genangan air. Seperti genangan air di kaleng bekas, ban bekas,maupun  botol bekas.

“Melalui genangan air itu nyamuk cepat berkembang biak, lalu mengigit manusia hingga menyebabkan DBD, karenanya yang paling efektif lakukan 3-M, jadi masyarakat harus perhatikan lingkungannya,” tuturnya.

Pihaknya kata Dyah, juga membagikan bubuk abate ke masyarakat sebagai bagian dari langkah pencegahan.  “Sudah kita bagi ke masyarakat, selain itu juga kita melakukan foging, tapi semuanya kembali ke masyarakat,” sebutnya.

Ia menambahkan, jika ada keluarga yang terkena DBD hendaknya segera dibawa ke rumah sakit ataupun puskesmas untuk ditangani. “Tanda-tandanya itu seperti bercak-bercak merah atau rasa nyeri pada otot dan persendian atau di belakang mata, harus dibawa ke rumah sakit,” paparnya.