pesawatBalikpapan –

Provinsi Kalimantan Timur mengaku akan menggandeng bekas Kepala Staf Angkatan Udara (KASAU) Marsekal (Purn) Chappy Hakim untuk membangun kembali maskapai Kaltim Air. Perusahaan purnawirawan jenderal bintang empat ini nantinya akan bekerja sama dengan Kaltim Air dalam pelayanan transportasi udara di wilayah Benua Etam.

“Ada rencana kerjasama dengan Chappi mantan KASAU TNI,” kata Gubernur Kaltim, Awang Faroek Ishak, Rabu (13/2).

Awang mengakui rencana ini masih dalam tahap pembicaraan sehingga belum ada agenda penandatanganan kesepakatan bersama. Pembicaraan masih seputar kerjasama pengadaan pesawat serta rute maskapai penerbangan ini.

“Belum ada ada pembicaraan teknis, masih seputar kemungkinan dilakukan kerjasama dua pihak,” ungkapnya.

Sudah setahun ini, maskapai Kaltim Airlines seperti mati suri menyusul terganjalnya berbagai persyaratan wajib. Kaltim Air gagal memenuhi standar penerbangan, yaitu kepemilikan Air Operation Certificate (AOC) serta batas minimal kepemilikan pesawat.

“Kaltim Air belum punya AOC dan pesawatnya hanya dua dari semestinya lima pesawat,” kata Awang.

Kaltim Air terbentur ketentuan Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2009 tentang penerbangan yang sudah aktif 2012 ini. Dalam pelaksanaannya, maskapai penerbangan harus memenuhi persyaratan kepemilikan AOC dan modal 10 pesawat.

Sehubungan hal itu, Kaltim Air gagal melayani penerbangan perintis rute Tarakan–Nunukan, Tarakan–Long Bawan, dan Tarakan–Malinau. Akibatnya, dua pesawat Kaltim Air terpaksa harus dikandangkan sambil menunggu turunnya izin.

Kaltim Air hanya bisa menunggu investor swasta yang bersedia mengoperasikan kembali maskapai ini. Tentunya investor ini harus mempunyai AOC serta tambahan pesawat sesuai ketentuan jumlah berlaku.

Namun demikian, Pemprov Kaltim memastikan gagal terbangnya Kaltim Air tidak berdampak kerugian finansial pada pemerintah daerah. Pengoperasian Kaltim Air sepenuhnya mempergunakan alokasi dana swasta.

 

Kaltim Air sempat melakukan penerbangan perdana pada Agustus 2011 silam yang dihadiri langsung Awang Faroek. Maskapai Kaltim Airlines rencananya melayani penerbangan bandara perintis di wilayah Kalimantan Timur, seperti Bandara Temindung, Nunukan, Bessing Malinau dan Sangkimah.

Selain itu, maskapai itu juga melayani penerbangan ke Bandara Tanjung Harapan Tanjung Selor Bulungan, Bandara Melalan Sendawar di Kutai Barat, Bandara Datah Dawai di Kutai Barat, Bandara Long Bawan di Nunukan, Bandara Long Ampung di Malinau, Bandara Paser dan Bandara Bontang.

Kaltim Airlines sudah memiliki tiga pesawat jenis C 212-300 atau CN235-220. Pangkalan utama pesawat dipusatkan di Bandar Udara Sepinggan Balikpapan.

Pesawat ini nantinya menyatakan siap membuka jalur penerbangan Kinabalu (Malaysia)–Balikpapan untuk akses transportasi udara dua negara. Akses jalur perbatasan Malaysia–Indonesia menjadi potensi penumpang pesawat yang ingin masuk maupun keluar dari Negeri Jiran. Sebanyak 2.500 tenaga kerja Indonesia (TKI) di Kinabalu menjadi potensi penumpang maskapai Kaltim Airlines.