BalistikNewsBalikpapan –

Persiba Balikpapan meminta pemainnya agar mampu mengkontrol emosi saat menjalani turnamen Piala Presiden.  Pihak penyelenggara yakni Mahaka Entertaiment & Sport menyiapkan sanksi tegas bagi siapapun yang menyalahi jiwa sportifitas dalam turnamen digagas Menteri Pemuda dan Olahraga ini.

“Sudah kami sampaikan pada seluruh pemain. Karena kerugian juga mereka gak bisa main seterusnya di Piala Presiden,” kata Pelatih Persiba, Eduard Tjong, Selasa (1/9).

Eduard mengatakan penyelenggara dan masing masing tim sudah sepakat melaksanakan aturan ini secara tegas. Sanksi tegas bisa berupa pembatalan kontrak hingga denda mencapai Rp 100 juta pada pemain yang melanggarnya.

Eduard sangat setuju dalam penerapan sanksi tegas ini untuk melatih disiplin dan sportifitas pemain sepak bola tanah air. Dia juga enggan mengambil resiko dengan memainkan pemain yang sudah terlihat emosional di lapangan.

“Segera kami tarik dari lapangan bila emosi pada wasit,” ujarnya.

Menurut Eduard hal tersebut terpaksa dilakukan agar prilaku negative pemain tidak berdampak buruk pada kelangsungan tim secara keseluruhan. Dia memastikan permainan tim menjadi prioritas utama agar mampu melewati turnamen Piala Presiden.

“Kalau hanya sekadar protes tidak masalah, tapi kalau sampai pukul itu yang harus kita hindari dan kita ingatkan pemain,” ujarnya.

Eduard hanya meminta para pemain bermain secara biasa serta tidak terlalu terpengaruh dengan aturan tegas ini.