Bank Artha Graha BalikpapanNewsBalikpapan –

Bank Artha Graha membuka kantor cabangnya di Balikpapan Kalimantan Timur, Kamis (12/3/2015) hari ini. Kantor ini merupakan kantor cabang Bank Artha Graha kelima di Kalimantan  setelah sebelumnya membuka di Samarinda, Berau, Pontianak dan Banjarmasin.

“Ini adalah kantor cabang Bank Artha Graha di Kalimantan,” kata Direktur Konsumer & MSME Bank Artha Graha, Dyah Hindraswarini di Balikpapan, Kamis (12/3/2015).

Dyah mengatakan Balikpapan merupakan salah satu kota utama di Kalimantan yang memiliki pertumbuhan ekonomi yang menjanjikan. Kota ini secara tidak langsung ditopang industry sector minyak gas, pertambangan serta jasa perdagangan.

Krisis migas dan pertambangan saat ini, menurut Dyah tidak terlalu terasa dialami masyarakat Balikpapan. Indikatornya dapat dilihat dari pertumbuhan sector industry property yang mengalami peningkatan pada tahun ini.

“Harga rumah di Balikpapan paling murah di kisaran harga Rp 300 juta. Itu artinya daya beli beli masyarakat tidak banyak terpengaruh dengan kondisi krisis migas dan pertambangan. Kami juga yakin suatu hari migas akan kembali normal,” paparnya.

Sehubungan itu, Dyah makin optimis dalam rencana ekspansi pembukaan kantor cabang Bank Artha Graha di Balikpapan. Dia mengaku sudah menyiapkan sistim teknologi perbankan, sumber daya manusia hingga penawaran produk produk unik pada masyarakat.

Bank Artha Graha Balikpapan sudah mematok target penyaluran kredit perbankan sebesar Rp 70 miliar pada pelaku bisnis korporasi maupun UMKM.  Pencairan kredit ini ditargetkan mampu terealisasi dalam kurun 14 bulan kedepan pasca peresmian kantor cabang Balikpapan.

“Kami yakin mampu mencapai target ini,” tegas Kepala Cabang Bank Artha Graha Balikpapan, Kuswardhony.

Asisten 2 Pemkot Balikpapan, Robi Ruswanto mengatakan adanya Bank Artha Graha menjadi sarana alternative layanan jasa perbankan bagi masyarakat. Menurutnya keberadaanya bisa menjadi angin segar ditengah lesunya ekonomi ekonomi Balikpapan yang terpengaruh melemahnya ekonomi di Kaltim.

“Ekonomi Kaltim turun menjadi 2 persen dari sebelumnya 9 persen. Inflasi juga mencapai 8 persen disebabkan krisis migas dan batu bara ini,” paparnya.