Menurut Asfiansyah, Dispenda akan tetap berdiri sendiri sebagai badan pengelola pajak dan daerah serta kordinator retribusi daerah. “ Ini sudah disetujui oleh Mendagri, bahwa Dispenda badan sendiri,” katanya.

Diharapkan dengan pembentukan BPKAD pengelolaan keuangan dan asset termasuk penghimpunan pajak-retribusi daerah lebih bagus lagi sehingga pengelolaan, penghimpunan akan jauh lebih maksimal.

Asfiansyah menjelaskan, 2010 lalu Dispenda memiliki target penghimpunan pajak dan retribusi sebesar Rp139 miliar. Tahun 2011 meningkat menjadi Rp200 miliar lebih. “ perolehan 2011 ini tidak lepas dari BPHTB yang potensinya mencapai Rp60 miliar sehingga PAD dapat dicapai pada angka Rp200 miliar,”katanya.

Di tahun 2012 PAD kota ditetapkan bersama DPRD dan pemkot sebesar Rp290miliar. pengelolaan PBB yang sudah 100 persen oleh pemkot diharapkan dapat mencapai  target PAD kota itu.

“PAD kita dominan dari perolehan pajak daerah Rp143 miliar, retribusi sebesar 28 miliar. Sejumlah perda sudah disyahkan, Pada 2012 nanti perda Retribusi sudah mulai ditarik. Disitu juga ada beberapa perubahan tariff. Termasuk kita mulai tarik PBB,” katanya.

APBD kota 2012 diperkirakan tidak berbeda jauh dengan PBD 2011 ini yakni 1,6 hingga 1,8 trilyun. “PAD kita itu sekitar 12 persen  dari komposisi APBD kita yang masih banyak disumbang dari dana perimbangan yakni Rp1,020 trilyun, pendapat lain-lain yang syah sebesar Rp300 miliar,” ujarnya.