NewsBalikpapan –

Aparat TNI/Polri level desa diminta merekatkan kerjasama dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Pimpinan dua institusi keamanan rutin mengingatkan seluruh jajarannya di Indonesia.

“Kalau dua institusi ini kompak, stabilitas keamanan bisa kita kelola dengan baik,” kata Kepala Polri, Jenderal (Pol) Tito Karnavian di Balikpapan, Jumat (8/6).

Kapolri menggelar silaturahmi dengan perwakilan seluruh unsur masyarakat di Samarinda Kaltim. Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto turut menyertai agenda silaturahmi ini guna membangun kekompakan diantara dua jajaran ini.

Tito mengatakan ada empat tantangan kedepan yang membutuhkan soliditas aparat di lapangan soal pengamanan pilkada, arus mudik lebaran, Asian Games empat provinsi hingga awal tahapan pemilihan presiden dan wakil presiden. Polri punya niatan positif dalam mendorong terciptanya persatuan dan kesatuan level jajaran atas hingga perangkat paling bawah.

“Kami punya niatan yang baik di bulan yang baik ini. Semoga bisa berjalan dengan maksimal,” ujarnya.

Kepolisian Daerah Kaltim menempatkan setidaknya seorang personil Bhabinkantibmas di 1.029 desa dan kelurahan 10 kota/kabupaten setempat. Personil Bhabinkantibmas ditugaskan mengumpulkan berbagai informasi soal permasalahan keamanan dan ketertiban terjadi di masyarakat.

“Mereka bertugas dalam arahan Polsek dan Polres di masing masing wilayah kerjanya,” ungkap Kepala Bidang Humas Polda Kaltim, Komisaris Besar Ade Yahya.

Laporan personil Bhabinkantibmas, menurut Ade sangat berguna bagi Polri dalam memetakan berbagai permasalahan terjadi di masyarakat. Polri mampu mendeteksi dini permasalahan yang akan terjadi.

“Khususnya soal tiga pilar pengamanan kantibmas seperti pilkada, mudik lebaran dan pemilu,” tuturnya.

Soal ancaman aksi terorism, Polda Kaltim mengintensifkan aparat Bhabinkantibmas dalam pemantauan beberapa napi teror yang bermukim di provinsi ini. Mereka ini adalah beberapa terpidana kasus teror yang diantaranya menghebohkan seperti peristiwa bom Bali hingga terjadi Sarinah Plaza di Jakarta.

Polda Kaltim punya tugas menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat menyusul aksi teror marak di tanah air. Tanpa melibatkan Detasemen Khusus Anti Teror, mereka berinisiatif memantau perkembangan eks napi teror yang mayoritas diantaranya sudah kembali ke masyarakat.

Akhir bulan Maret lalu, Panglima TNI dalam tujuan yang sama mengumpulkan jajaran TNI/Polri di Dome Balikpapan. Pada kesempatan itu, Hadi meminta seluruh prajurit TNI/Bhayangkara agar menyamakan pola pikir dalam menjaga permasalahan kantibmas dalam negeri.

“Menemui pimpinan dan prajurit unsur TNI/Polri di lapangan agar sama pola pikir melaksanakan tugas,” ujar Panglima yang datang bersama Kapolri di Balikpapan.

Hadi meminta seluruh prajurit di lapangan netral dalam pengamanan pesta demokrasi di Indonesia. Ia sangat optimis kala melihat antusias prajurit TNI/Polri dalam menyimak seluruh pemaparan pengamanan disampaikan pimpinan di Balikpapan.

“Saya berikan pengarahan untuk pengamanan dengan semangat TNI/Polri. Kami yakin bisa terealisasi dengan baik,” paparnya.

Kepala Penerangan Kodam Mulawarman, Kolonel Dino Martino menyatakan tugas TNI dalam membekap tugas pengamanan dilakukan Polri. Pimpinan TNI sudah menginstruksikan agar prajurit di lapangan terus bersinerji dalam pengamanan kantibmas.

“Acara ini menjadi rangkaian acara sebelumnya bulan Maret dilaksanakan Kodam Mulawarman. Kalau sekarang yang melaksanakan Polda Kaltim,” ungkapnya.

Dino menyatakan, Kodam Mulawarman menugaskan personil bintara pembina desa (Babinsa) soal kantibmas di wilayah tugasnya. Meskipun personilnya tidak sebanyak Bhabinkantibmas Polri, ia menyebutkan keberadannya cukup efektif dalam memberikan informasi soal kondisi sosial budaya masyarakat.

“Memberikan laporan soal kantibmas di masyarakat bagi Kodam Mulawarman,” ujarnya.

Soal sinerjitas antara Babinsa dan Bhabinkantibmas Polri, Dino menyerahkan sepenuhnya pada kebijakan pimpinan Mabes TNI dan Polri. Dia hanya memastikan hubungan Kodam Mulawarman dan Polda Kaltim sudah terjalin baik dalam menjaga kondusitas kantibmas setempat.

“Prajurit TNI dan Polri di Kaltim bekerja sama menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat,” tegasnya.

Sesuai rencana, Kapolri dan Panglima TNI akan berbuka bersama gubernur dan seluruh kepala daerah se Kaltim di Mapolresta Samarinda. Mereka mengundang seluruh tokoh masyarakat berbagai suku di Kaltim seperti Banjar, Dayak, Jawa dan Bugis Makassar.