Uji Materi Bagi Hasil Migas Segera Putusan
20 March 2012
Prancis Akan Kerjasama Pariwisata di Balikpapan
21 March 2012

Antrian BBM di Balikpapan Sudah Normal

Balikpapan -

Antrian panjang yang beberapa hari sebelumnya terjadi di sejumlah SPBU di Kota Balikpapan kini berangsur-angsur mulai kembali normal. Kebijaka pembatasan pembelian BBM bagi kendaraan umum  sebanyak 25 liter dan pengaturan distribusi BBM di SPBU sejak Selasa (20/3) kemarin, kini tidak terlihat lagi.

Kebijakan Pemerintah Kota (Pemkot) Balikpapan, PT. Pertamina dan pihak Kepolisian di  dinilai berjalan efektif. Antrian yang terjadi selama lebih dari sepekan, mulai  hari ini sudah berangsur normal di SPBU Karanganyar, Gunung Guntur, Damai, Stall Kuda, Karanganyar sudah kembali normal. Sebelumnya selama lebih dari sepekan kota minyak ini dilanda panic Buying sehingga terjadi antrian BBM di SPBU.

“Kita menilai berjalan efektif kebijakan bersama ini. Kita akan pantau terus dan kebijakan ini kapan dicabutnya sangat tergantung pada situasi dilapangan. Hanya kita berharap situasi normal ini akan berlangsung terus,” ujar ketua Komisi II Fatly Parakkasi usai sidak DPRD Balikpapan ke sejumlah SPBU, Rabu (21/3) siang.

Hal senada juga diungkapkan oleh Hernandang kepala SPBU Damai jalan MT Haryono Balikpapan. Menurutnya pembatasan 25 liter ini mengurangi tingginya antrian di SPBU. “ Begitu juga kendaraan roda dua, kendaraan besar kita beri 10 liter dan polisi mencatatkan plat mereka. Pengendara bisa kembali lagi ke SPBU tiga hari kemudian,” ucapnya dalam dialog singkat dengan para wakil rakyat itu,.

Dalam sidak anggota DPRD Kota Balikpapan mendatangi SPBU Karang Anyar, Gunung Guntur, Dam dan SPBU Sepinggan.  Panjang antri seperti di Dam dan Stall Kuda tidak lebih dari 20 meter. “ Memang masih ada SBPU yang supply BBM lambat jam 9.00 jadi masih sedikit terjadi antrian di SPBU kebun Sayur. Tapi secara umum sudah berjalan baik pengaturan jam operasional dan distribusinya,” jelasnya.

DPRD Balikpapan  kata Fatly, mencatat maasih perlu dilakukan peningkatan sosialisasi bagi pengelola SBPU mengenai jam operasional SBPU jika kehabisan stok BBM. “ Jadi masyarakat bisa mengetahui kapan BBM itu tersedia. Ini saya kira yang perlu terus dilakukan sosialisasi kepada masyarakat,” tandasnya.

Fatly juga berpendapat soal pengaturan distribusi BBM solar diluar kota yang diperuntukan bagi kendaraan besar patut dipermanentkan. “ efeknya sangat bagus sekali, kondisi arus lalulintas di dalam kota terlihat lebih tertib. Saya kira anggota dewan mendukung ini benar-benar dijadikan kebijakan permanen,” ujarnya.

SPBU yang ditetapkan melayani solar bagi kendaraan besar yakni SBPU Dome, Manggar, KM 8, KM 15 dan  KM 38

Sedangkan menyangkut  kuota, Fatly menilai sudahselayakanya  kota Balikpapan mendapat jatah kuato tambahan mengingat kota ini  merupakan kota transit yang banyak disinggahi siapapun. “ Termasuk kendaraan dari manapun, karena itu selayaknya kuato bagi Balikpapan ditambah,” tandasnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *