Pasalnya kata Syahrumsyah, pendidikkan di Kota Balikpapan khususnya SMK masih belum sesuai harapan, khususny ketersediaan fasilitas maupun tenaga pengajar. Karenanya Syahrumsyah menyayangkan jika anggaran pendidikkan dipangkas.

“Kalau SD dan SMP sudah lumayan terpenuhi, tapi kalau SMK belum. Misalnya soal prasarana di SMK juga masih kurang, tenaga pengajar  juga apalagi bicara penunjang lain itu masih jauh ,” terangnya.

Menurutnya, apa yang dikatakannya berdasarkan data bukan berdasarkan asusmsi.  Karena hasil dari pendidikan tidak bisa dilihat dari jangka pendek tapi jangka panjang. Misalnya sertifikasi guru tidak bisa dilihat hasilnya besok tapi jangka panjang minimal akhir tahun kelulusan siswa.

Dijelaskannya, anggaran pendidikkan yang mencapai ratusan miliar tersebut lebih banyak untuk alokasi gaji tenaga pengajar dan sertifikasi guru. Karena untuk sertifikasi guru sebanyak 1500 orang, anggarannya lebih dari Rp 40 miliar.

“Jadi sebenarnya uang itu lewat aja. Coba hitung untuk gaji guru dan sertifikasi itu bisa mencapai 60 hingga 70 persen anggarannya. Sedangkan 20 persen untuk perbaikan gedung sekolah yang rusak atau perbaikan fisik,” jelasnya.