Husni mengatakan warga asing tersebut punya alasan tersendiri memilih agama Islam sebagai kepercayaanya seperti perkawinan, penasaran, lingkungan hingga atheis. Namun dari tiga alasan tersebut, menurutnya sebanyak 60 persen diantaranya disebabkan perkawinan dengan warga pribumi Balikpapan yang beragama Islam.

“Mereka ikut agama istrinya yang beragama Islam di Balikpapan,” ungkapnya.

Para mualaf ekspatriat Balikpapan, lanjut Husni didominasi laki laki yang bekerja di salah satu perusahaan asing setempat. Mereka juga menjalani prosedur mualaf terlebih dahulu seperti belajar mengaji, salat, belajar tata cara muslim hingga kewajiban khitan.

Husni mengakui para mualaf ekspatriat ini cenderung kritis sebelum memastikan diri memeluk agama Islam. Pertanyaan ekspatriat ini berkisar soal kenapa sholat menghadap Ka’bah, mengapa Nabi Muhammad SAW memiliki banyak istri dan mengapa mencium batu hajar aswat.

“Setelah mereka mendapatkan jawabannya dan memahaminya akhirnya mereka memutuskan masuk Islam,” tambahnya.

Para mualaf ini kemudian tergabung dalam Majelis Taqlim Mualaf Istiqomah Kota Balikpapan Kalimantan Timur (Kaltim). Dengan berbagai latar belakang profesi dan suku berbeda mereka berkumpul dalam wadah pembinaan yang sama.

Majelis Taqlim Mualaf Istiqomah menjadi tempat para mualaf untuk mempelajari ajaran Islam lebih dalam sehingga bisa memahami seperti apa Islam yang sesungguhnya.

“Bagi para mualaf laki-laki biasanya kami titipkan kepada pengurus masjid yang ada di dekat rumah mereka untuk belajar Islam di sana, tapi kita ada acara pembinaan mualaf se-Balikpapan dan biasanya kita mengundang mereka untuk hadir,” paparnya.

Para mualaf yang tergabung dalam Majelis Taqlim Mualaf Istiqomah ini, biasanya berkumpul pada Jum’at dari pukul 16.30 wita hingga menjelang magrib. Kegiatan ini dilakukan sebagai proses pembelajaran Islam secara lebih mendalam, seperti mengaji bersama, tausiyah, dan tanya jawab mengenai permasalahan Islami.

Selain itu, ada acara tahunan yang dilaksanakan oleh Masjid Istiqomah, family day untuk keluarga mualaf se-Balikpapan yang berlangsung diluar Masjid Istiqomah. Tujuan dari acara tersebut, untuk saling mengenal antar sesama mualaf yang ada di Balikpapan dan mengakrabkan diri kepada keluarga dari para mualaf.

Proses untuk memilih Islam sebagai agama yang diyakini, bukan hal yang sederhana bagi sebagian mualaf.

“Ada mualaf yang masuk Islam kemudian kembali lagi ke agamanya yang sebelumnya, tapi ada juga yang masuk Islam terus kembali ke agama sebelumnya dan kembali lagi masuk Islam,” lanjut Husni.

Menurut Ustadz Husni, setiap pekannya ada saja yang menjadi mualaf. Dalam sebulan bisa 5 sampai 6 orang yang menjadi mualaf di Masjid Istiqomah. “Di saat menjelang ramadan biasanya lebih banyak, karena bagi mereka ini saat yang tepat sebelum menjalankan ibadah puasa,” imbuhnya.

Ustadz Husni menjelaskan, para calon mualaf yang ingin di Islamkan harus mengurus beberapa berkas di Departemen Agama setelah itu baru di Islamkan. Kemudian mengurus beberapa persyaratan untuk mendapatkan sertifikat resmi dari Departemen Agama sebagai pengesahan secara hukum. Hal ini untuk memudahkan para mualaf dalam mengurus hal-hal yang berhubungan dengan hukum, seperti KTP.

Pembelajaran awal yang diberikan kepada para mualaf, mengenai aqidah Islam yang menyatakan keesaan Allah SWT (tauhid), dan perbedaan antara Islam dengan agama lainnya. Dan Ustadz Husni mengatakan, belajar Islam jangan melihat orangnya, namun lihat ajarannya. Karena pendalaman setiap orang mengenai Islam tidaklah sama.

Pembinaan mualaf di Masjid Istiqomah sudah 6 tahun berjalan secara terkoordinir. “Sebenarnya dari awal adanya Masjid Istiqomah, sudah sering menerima pengislaman, tapi baru mulai terkoordinir selama 6 tahun ini, kita ada Unit Pembinaan Mualaf Masjid Istiqomah, sebagai sekretariat bagi Majelis Taqlim Mualaf dan untuk tempat konsultasi para mualaf dan calon mualaf,” kata Ustadz Husni.

Saat ini pembina mualaf Masjid Istiqomah ada 5 orang, terdiri dari 4 orang laki-laki, Ustadz Husni Hasibuan, Ustadz Heri Iswanto, Ustadz Ahmad Faruqi, dan Ustadz Asikin, serta 1 perempuan, Ustadzah Husnah. Mualaf yang telah di Islamkan di Masjid Istiqomah tercatat ada 235 orang dan hingga saat ini sebagian dari mualaf tersebut tetap aktif mengikuti kegiatan rutin yang ada di Masjid Istiqomah.