Presiden Diminta Ambil Alih Bencana Tambang Kaltim
8 November 2018
Pertamina Luncurkan Pertamax Turbo di Kalimantan
11 November 2018

Aksi Heroik Pemanjat Tiang Bendera Maratua

NewsBalikpapan –

Publik Indonesia sempat heboh video viral aksi heroik bocah memanjat tiang bendera.  Belakangan diketahui, aksi ini dilakukan siswa SMP di Nusa Tenggara Timur (NTT), Yohanes Ande Kalla (13) dalam upacara pengibaran bendera peringatan kemerdekaan Indonesia ke 73, bulan Agustus silam.

Apresiasi masyarakat Indonesia memang langsung berhamburan menyanjung aksi Ande Kalla ini. Bahkan salah satunya, diberikan langsung Presiden Joko Widodo yang mengundang bocah lugu ini ke jamuan Istana Negara.

Barulah setelah itu bermunculan aksi Ande Kalla – Ande Kalla baru lainnya. Ternyata, aksi serupa pun sempat terekam dilakukan Reza Manggar di Kabupaten Aru Maluku, bulan Desember tahun sebelumnya.

Sama halnya Ande Kalla, bocah putus sekolah ini menjadi sukarelawan pemanjat tiang dalam upacara bendera di kotanya.

Dan kini, kembali muncul pahlawan pemanjat tiang bendera. Dia adalah Danil Danuri Tumanduk (15) di Berau Kalimantan Timur. Siswa SMA 9 Berau yang melakukan hal serupa dilakukan Ande Kalla di NTT maupun Reza Manggar di Aru.

“Saya memanjat tiang bendera juga saat perayaan hari kemerdekaan Indonesia,” kata Danil, Jumat (9/11/2018).

Danil mengungkapkan, peristiwa tersebut terjadi saat upacara pengibaran bendera kemerdekaan Indonesia di Pulau Maratua, Jumat (17/8/2018). Putra pasangan Tedy Tumanduk dan Misroyani ini mengikuti prosesi upacara bendera di salah satu pulau di Berau ini.

“Pengibaran bendera dan ternyata talinya putus di tengah upacara,” tuturnya.

“Spontan saya berbisik ke teman di sebelah saya. Saya bisa kok panjat tiang bendera itu,” imbuhnya setengah bercanda.

Ternyata bahan candaannya didengar peserta upacara lainnya. Jadilah putra asli Berau ini ditugasi memanjat tiang bendera ditengah guyuran hujan.

Sebenarnya, bukan perkara sulit memanjat tiang bendera setinggi belasan meter bagi Danil. Remaja tanggung ini sudah terbiasa memanjat pohon kelapa yang ketinggiannya membuat merinding sebagian orang.

Namun kala itu, Danil gagal menjalankan tugasnya jelang menggapai puncak ketinggian tiang. Kedua kakinya mendadak kram saat mencapai dua per tiga ketinggian tiang bendera.

“Gagal memperbaiki tali tiang bendera, kedua kaki mendadak kram. Disebabkan celana yang dipakai terlalu ketat. Apalagi kondisi cuaca sedang hujan deras,” ungkapnya kecewa.

Meskipun gagal, Danil cukup beruntung aksinya memperoleh apresiasi langsung dari Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita. Saat itu, menteri menjadi inspektur upacara pengibaran bendera di Pulau Maratua yang juga menjadi satu pulau berbatasan dengan Malaysia.

“Menteri Perdagangan memberikan bea siswa sebesar Rp 20 juta selama sekolah SMA ini. Menteri juga berjanji membantu biaya kuliah nanti,” sebut remaja yang berkeinginan kuliah di Institut Teknologi Bandung (ITB).

Perkembangan terakhir ini, PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) area Kalimantan Timur – Utara (Kaltimra) mengucurkan dana pendidikan sebesar Rp 66 juta. General Manager PLN Kaltimra, Riza Novianto menilai aksinya ini mampu menginspirasi generasi muda di Berau.

“Usianya yang masih muda, ia memiliki tekad dan inisiatif demi suksesnya pengibaran bendera merah putih. Tentunya aksi Danil pantas kita apresiasi dan menjadikannya sebagai putra PLN,” paparnya.

Aokasi dana bea siswa ini, sambung Riza, merupakan program corporate social responsibility (CSR) PLN bagi warga Kaltim. Kesempatan kali ini, jajaran pimpinan PLN Kaltimra mendatangi langsung Danil di SMA 9 Berau.

“Kami memberikan apresiasi dihadapan siswa siswa lainnya di SMA 9 Berau. Agar mampu menginspirasi siswa lainnya,” tuturnya.

Wakil Bupati Berau, Agus Tamtomo merupakan salah satu orang turut merasa bangga dengan aksi Danil ini. Zaman era milenial ini, menurutnya langka ada anak muda yang masih memiliki keperdulian tinggi lingkungan sekitar.

“Dia mengaku malu tali bendera putus saat ada tamu menteri dalam upacara. Sikap ini langka dimiliki anak muda yang biasanya sibuk dengan dunianya,” sebutnya.

Agus berharap, sikap patriotisme Danil mampu menginspirasi generasi muda Indonesia. Anak muda wilayah pedalaman yang tetap menjaga kecintaan terhadap tanah airnya.

“Saya menjadi orang yang bangga dengan sikap ini, dilakukan oleh anak muda yang merupakan warga Berau,” ujarnya sembari menambahkan Pemerintah Kabupaten Berau turut mengalokasikan bea siswa bagi Danil.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *