Senada Ketua Ikatan Pemuda Karya Balikpapan yang juga Koordinator FMPKB, Ahmad Betawi meminta pertanggungjawaban Pertamina. “Sampai kapan supir angkot, supir truk sampai masyarakat biasa harus dihadapkan pada antrean setiap kali mengisi BBM kendaraan,” terangnya.

“Tentu  apa yang kita sampaikan ini  jangan sampai menjadi angin lalu hanya ditampung saja, harus ada komitmen dari Pertamina untuk merealisasikan agar warga tidak lagi harus antre hanya untuk BBM,”
kata Ahmad betawi lagi.

Sementara itu  General Manager UPMs VI Pertamina, Gigih Wahyu Hari Irianto mengatakan akan berusaha semaksimal mungkin untuk melayani masyarakat tanpa kendala. Namun hal itu membutuhkan proses serta
bantuan dari semua pihak agar Pertamina tidak bekerja sendiri.

“Legislatif dan eksekutif sebagai pemilik kebijakan haruslah membantu Pertamina mengenai kuota BBM. Kemudian pihak kepolisian turut membantu untuk mengatur adanya antrean di SPBU. Saya siap saja walau baru tiga hari disini (menjabat), tapi semua ada prosedurnya,” katanya

Ia juga menyampaikan bahwa Pertamina kini hanya operator biasa. “Pertamina sekarang bukan operator eksklusif, tapi sekarang Pertamina itu operator biasa,” pungkasnya.